Mayat Pilot Tu-154 Berhasil Diidentifikasi

0
236

RUSIA, patas.id – Pencarian bangkai pesawat dan 92 korban jatuhnya pesawat jet Tupolev Tu-154 masih terus dilakukan secara intensif, siang dan malam. Tak kurang dari 3.500 personel, seratusan penyelam, 39 kapal, beberapa helikopter serta drone terus berputar di sekitar Laut Hitam dengan radius pencarian sejauh 100 kilometer persegi. Diperkirakan tak ada korban selamat dalam peristiwa ini.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, menyatakan bahwa hingga Senin (26 Desember 2016) malam, 13 korban berhasil direkonstruksi dan 150 keping pesawat telah ditemukan di perairan Laut Hitam, sekitar 1,5 kilometer dari Bandara Sochi, di kedalaman 50-70 meter. Namun diperkirakan masih banyak bagian tubuh korban dan keping pesawat yang terjebak dalam bangkai pesawat atau terbawa arus hingga Abkhazia, wilayah separatis di negara Georgia.

“Pencarian sangat sulit dan rumit karena jangkauannya luas dan karakteristik laut dalam. Tim penyelamat dibagi ke dalam 3 shift sehingga operasi pencarian ini bisa dilakukan tanpa terhenti, sedangkan hasil penemuan langsung diterbangkan ke Moskow untuk proses identifikasi.”

Seperti diketahui, pesawat jet Tupolev Tu-154 milik Rusia dengan tujuan Syiria terjatuh di Laut Hitam, 2 menit setelah mengisi bahan bakar dan lepas landas dari Bandara Sochi, Rusia bagian selatan. Pesawat tersebut berangkat dari markas militer Chkalovsky, mengangkut 8 kru dan 84 penumpang yang diperkirakan seluruhnya tewas. Dari 84 penumpang, 64 di antaranya merupakan anggota Alexandrov Ensemble atau Paduan Suara Tentara Merah Rusia, beberapa orang wartawan, termasuk Elizaveta Glinka atau Dr. Liza, salah seorang penasehat utama Presiden Rusia Vladimir Putin dalam bidang hak asasi manusia.

Alexandrov Ensemble sengaja diberangkatkan ke untuk tampil pada perayaan Tahun Baru di kota Hmeymim. Kota yang terletak di Provinsi Latakia tersebut merupakan markas Rusia di Syria. Dari kota itulah Rusia biasanya melancarkan serangan udara ke seluruh penjuru Syria untuk mendukung sekutunya, Bashar al-Assad.

Pencarian intensif ini nampaknya membuahkan hasil. Dari Moskow dilaporkan bahwa banyaknya potongan tubuh yang dikirim dari Laut Hitam untuk diidentifikasi, salah satunya diperkirakan merupakan bagian tubuh pilot Tu-154, Roman Volkov. “Jika dilihat dari atribut yang dikenakan, nampaknya itu adalah mayat pilot Roman Volkov,” ujar sumber dari Kementrian Pertahanan.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan. Berbagai spekulasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat pun masih terus beredar, namun pihak pemerintah menampik terorisme berada di belakang peristiwa ini. Untuk sementara, faktor human error dan kesalahan teknis masih menjadi asumsi populer yang akan diselidiki kebenarannya oleh pihak berwajib Rusia. (cho)

 

Comments

comments