Bukan Teroris Penyebab Jatuhnya Pesawat Tu-154

0
235

RUSIA, patas.id – Meskipun penyebab jatuhnya pesawat Tupolev Tu-154 milik Rusia pada hari Minggu (25 Desember 2016) lalu masih belum dipastikan hingga sekarang, namun pihak keamanan dan kementrian Rusia meragukan adanya campur tangan teroris di balik peristiwa tersebut.

Seperti diketahui, Tupolev Tu-154 milik Rusia yang berangkat dari markas militer Chkalovsky dengan tujuan Syria telah terjatuh di Laut Hitam, dua menit setelah mengisi bahan bakar dan lepas landas dari bandara Sochi di Rusia bagian selatan. Menteri Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pesawat tersebut menghilang dari radar sekitar pukul 21.25 waktu setempat.

Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia mengungkapkan bahwa jatuhnya Tupolev 154 buatan 1983 tersebut kemungkinan tidak berhubungan dengan tindak terorisme. Hal yang sama juga dituturkan oleh Menteri Transportasi Rusia, Maksim Sokolov, dalam siaran televisi, Senin (26 Desember 2016) malam. berbagai spekulasi muncul, di antaranya kesalahan pilot, masalah teknis, bahan bakal berkualitas buruk, atau ada sesuatu yang menyumbat mesin.

“Saat ini, kami mengesampingkan terorisme. Penyebab jatuhnya pesawat bisa bermacam-macam, dan peristiwa ini masih dianalisa oleh para spesialis, pakar, serta komite penyidik.”

Pesawat jet Tupolev Tu-154 merupakan pesawat bermesin tiga yang disesain pada akhir 1960-an. Lebih dari 1.000 unit pesawat semacam ini diproduksi dan dipasarkan ke seluruh dunia. Menurut Menteri Pertahanan Rusia, Tupolev yang jatuh pada hari Minggu lalu merupakan buatan tahun 1983 dan telah diperiksa secara menyeluruh pada Desember 2014 lalu serta dinyatakan layak terbang. Pernyataan ini diperkuat oleh Sergei Bainetov, Kepala Keamanan Penerbangan Rusia, yang menyatakan bahwa pesawat tersebut secara teknis berada dalam kondisi baik.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menuturkan bahwa terlalu dini untuk menyebutkan secara pasti penyebab jatuhnya Tupolev Tu-154 yang membawa 84 penumpang dan 8 kru pesawat tersebut. Sedangkan Menteri Perdagangan dan Industri Denis Manturov mengungkapkan bahwa pesawat jet Tu-154 tidak perlu ditarik dulu sebelum hasil penyidikan diketahui.

 

Meski dinyatakan dalam kondisi baik oleh berbagai pihak, namun faktanya Tu-154 tak lagi dipakai oleh maskapai penerbangan komersil di Rusia karena memiliki sejarah kecelakaan yang cukup mengkhawatirkan. Pada bulan April 2010 (gambar di atas), beberapa aparat pemerintah dan elite politik Polandia, termasuk mantan presiden Lech Kaczynski, tewas dalam kecelakaan pesawat saat Tupolev Tu-154 yang mereka tumpangi memasuki kabut tebal di udara.

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan niatnya untuk menyelidiki penyebab jatuhnya Tu-154. “Kami akan melakukan penyidikan menyeluruh terhadap peristiwa nahas ini, dan akan melakukan apapun untuk mendukung keluarga korban,” ujarnya dalam siaran televisi nasional Senin kemarin. (cho)

 

 

Comments

comments