Bus Evakuasi Warga Sipil Aleppo Diserang

0
172
A bus drives through the government-controlled crossing of Ramoussa, on the southern outskirts of Aleppo, on December 18, 2016, during an evacuation operation of rebel fighters and civilians from rebel-held areas. / AFP / George OURFALIAN (Photo credit should read GEORGE OURFALIAN/AFP/Getty Images)

ALEPPO, patas.id – Evakuasi warga sipil Aleppo yang sedianya dilaksanakan hari Minggu (18 Desember 2016) kemarin gagal karena serombongan orang bersenjata tiba-tiba menyerang puluhan bus pengangkut.

Peristiwa tersebut menyusul ancaman Rusia untuk memberikan hak veto-nya di PBB atas usulan Perancis yang menyarankan evakuasi dan penurunan pasukan PBB ke Aleppo. Rapat lanjutan rencananya akan berlangsung hari Senin (19 Desember 2016).

State Televisio menyatakan bahwa sekitar 100 bus yang diserang telah berbaris sejak hari Minggu kemarin di Distrik Al-Amiriyah. Bus-bus tersebut dikirim oleh Red Crescent serta Komite Palang Merah Internasional untuk menyelematkan warga sipil yang masih tersisa di wilayah Fuaa dan Kafraya (Aleppo timur), yang terjebak peperangan.

Red Crescent dan Komite Palang Merah Internasional bersiap di perbatasan.

Namun sebelum ada kesepakatan mengenai jumlah warga yang akan diangkut, serombongan orang bersenjata tiba-tiba datang menyerbu dan membakar sebagian dari bus-bus tersebut. 30 bus yang telah penuh dan siap berangkat pun kosong kembali karena warga segera turun menyelamatkan diri.

Syrian Observatory for Human Rights menyatakan bahwa satu orang pengemudi bus tewas dalam peristiwa tersebut. Mereka juga menyebutkan bahwa selain warga Fuua dan Kafraya, ratusan orang yang tersisa di wilayah Zabadani dan Madaya pun memerlukan evakuasi segera.

Pada saat yang sama, rapat Dewan Keamanan PBB yang membahas nasib puluhan ribu warga Aleppo yang butuh bantuan dan evakuasi mengalami kebuntuan akibat penolakan perwakilan Rusia, Vitaly Churkin, yang mengancam akan menjatuhkan hak veto-nya atas usulan Perancis.

“Kami percaya bahwa usulan Perancis itu tak boleh dilaksanakan dan sangat berbahaya. Kami takkan membiarkan usulan tersebut disahkan karena akan menjadi bencana.”

Rapat Dewan Keamanan PBB ditunda hingga hari Senin untuk membahas usulan baru. Perancis setuju untuk memasukkan beberapa poin tambahan dalam usulan barunya tersebut dengan mempertimbangkan alasan penolakan Rusia.

Mesjid Umayyad, bangunan yang telah berdiri sejak abad ke-11 dan merupakan ikon kota Aleppo, hancur berantakan. Bangunan ini tercatat di UNESCO sebagai bangunan bersejarah dan dilindungi.

Dalam empat tahun terakhir, Aleppo telah menderita kehancuran yang sangat parah akibat perang. Lebih dari 310 ribu jiwa melayang dengan korban mayoritas warga sipil yang tak berdosa. Bangunan dan infrastruktur pendukung hancur tak bersisa.

Delegasi Komite Palang Merah Internasional, Marianne Gasser, telah menyerukan agar evakuasi bisa segera dilanjutkan. “Masyarakat sangat menderita. Segeralah mencapai kesepakatan agar kami bisa menyelematkan ribuan nyawa yang tersisa,” pintanya. (cho)

Comments

comments