Fidel Castro Pemimpin Revolusi Kuba Meninggal Dunia

0
328

KUBA, patas.id – Pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro, meninggal dunia dalam usia 90 tahun. Berita kematian disampaikan oleh presiden Kuba, Raul Castro, yang juga merupakan adik kandung Fidel. Dengan mengenakan seragam militer berwarna hijau, Raul mengumumkan kematian Fidel dalam televisi nasional.

“Pada pukul 10.29 malam ini, komandan besar revolusi Kuba, Fidel Castro Ruz, meninggal dunia,” ujar Raul tanpa menyebutkan penyebab kematian kakaknya.

Kematian Fidel tidak menimbulkan reaksi berlebih di Kuba. Di Havana, malam itu jalanan lengang seolah berduka. Namun di Miami (Amerika Serikat), kota yang ditinggali banyak pengungsi yang kabur dari tekanan pemerintah komunis Kuba, kerumunan muncul di sepanjang jalan sambil mengibarkan bendera Kuba, merayakan kematian Fidel sambil menari dan bernyanyi sambil memukul-mukul panci. Mobil membunyikan klaksonnya.

Salah seorang mahasiswa di Havana, Sariel Valdespino, menyatakan kegusarannya atas perayaan yang terjadi di Miami. “Aku sangat kesal. Apapun pendapat kalian tentang Fidel, dia tetap seorang figur besar yang dihormati dan dicintai dunia,” tulisnya dalam Twitter.

Fidel Castro merupakan tokoh dunia yang mudah dikenali berkat janggut khasnya. Pemimpin bernama lengkap Fidel Alejandro Castro Ruz tersebut lahir di Biran, 13 Agustus 1926, dari keluarga petani kaya. Semasa kuliah di jurusan hukum Universitas Havana, Fidel mulai menganut paham kiri anti imperialisme dan berpartisipasi dalam pemberontakan melawan pemerintahan sayap kanan di Republik Dominika dan Kolombia. Belakangan, Fidel merencanakan penggulingan presiden Kuba saat itu, Fulgencio Batista, namun gagal.

Setelah satu tahun dipenjara, Fidel mengembara ke Meksiko kemudian membentuk kelompok revolusi “The Movement” atau “Pergerakan” bersama saudaranya Raul Castro dan Che Guevara. Saat kembali ke Kubam Fidel memimpin perang gerilya melawan tentara Batista dan berhasil. Tahun 1959, Castro menjabat sebagai Perdana Menteri Kuba dan menjadi presiden Kuba sejak 1976-2008.

Fidel adalah sosok yang kontroversial. Dia dianugerahi banyak penghargaan internasional. Para pendukung menjulukinya sebagai pemimpin sosialisme, anti imperialisme, serta humanis yang berhasil membebaskan Kuba dari sistem kapitalis Amerika. Di sisi lain, Fidel dianggap sebagai diktator yang menyebabkan sejuta warga Kuba hengkang meninggalkan negaranya.

sukarno_and_fidel_1960
Presiden pertama Indonesia Soekarno dan Fidel Castro di Havana, 1960.

Saat awal memerintah, Fidel menjalin banyak kerjasama dengan negara-negara berkembang dan menjalin kerjasama erat dengan pemerintah Uni Soviet. Untuk meningkatkan taraf hidup rakyat Kuba, Fidel mendirikan banyak sekolah dengan program belajar-kerja, dimana setengah jam sekolah dipakai di kelas untuk mempelajari teori, setengahnya lagi dipakai untuk di lapangan untuk mempraktekkan ilmu yang didapat.

Karena haluan politiknya yang anti imperialisme, Fidel dibenci Amerika namun dikagumi oleh banyak negara-negara berhaluan kiri, terutama di Amerika Latin dan Afrika. Selama Perang Dingin, banyak usaha-usaha pembunuhan yang dilakukan terhadap dirinya namun dirinya selalu berhasil lolos dari maut.

Sebagai pribadi, Fidel dinilai sebagai sosok pekerja keras yang baru tidur pada pukul 3-4 pagi. Pada jam-jam tersebut, dia juga sering mengadakan pertemuan dengan para diplomat dengan alasan para diplomat yang lelah dan mengantuk lebih mudah diajak bersepakat. Meskipun terlahir sebagai Katolik, Fidel mengaku dirinya seorang atheis karena berpendapat bahwa Alkitab bersikap tidak adil terhadap perempuan dan orang-orang Afrika.

Fidel berkuasa sejak tahun 1959 dan memimpin Kuba selama 49 tahun sebelum akhirnya pensiun pada 2008 karena kondisi kesehatannya menurun. Kursi presiden diisi oleh adiknya, Raul Castro. Meski begitu, hingga akhir hidupnya, Fidel tetap aktif di dunia politik dan sering melakukan pertemuan dengan para pemimpin dunia.

Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, secara pribadi menyampaikan ucapan berduka atas kematian Fidel Castro dalam akun Twitter-nya. “Saya berduka atas kematian Fidel Castro Ruz, pemimpin revolusi Kuba sekaligus tokoh terkemuka di abad 20.”

Pernyataan duka cita lainnya mengalir dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari India, Venezuela, Ekuador, dan lain-lain. Sementara itu, kementrian luar negeri Spanyol mengeluarkan pernyataan resmi dan ungkapan simpatinya atas kematian Fidel siang hari ini.

“Sosok yang sangat penting dalam sejarah telah meninggal, seorang lelaki yang berhasil membalikkan evolusi negeri serta memiliki pengaruh luas di berbagai wilayah dunia. Sebagai seorang keturunan Spanyol, mantan presiden Castro selalu memiliki hubungan baik dengan Spanyol karena kami terikat kuat secara darah dan budaya.”

Jenasah Fidel Castro rencananya akan dikremasi sesuai permintaan terakhirnya. Raul mengungkapkan bahwa kremasi akan berlangsung hari Sabtu waktu setempat. (cho)

Comments

comments