Tim Rahasia Facebook Mengungkap Hoax Pilpres

0
237

PATAS.ID – Nampaknya, tak semua orang setuju dengan pernyataan Mark Zuckerberg, CEO Facebook, yang minggu lalu mengklaim bahwa berita palsu atau hoax yang beredar di Facebook sama sekali tidak mempengaruhi hasil Pilpres Amerika Serikat. Di antara mereka yang tak setuju adalah karyawan Facebook sendiri.

Sebuah tim tak resmi yang terdiri dari beberapa karyawan Facebook baru-baru ini meneliti peran Facebook dalam penyebaran berita palsu dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016. Tim ini bergerak diam-dian namun dikabarkan akan menyerahkan hasil penelitian mereka kepada manajemen senior Facebook untuk bahan evaluasi dan rekomendasi.

Dalam Techonomy Conference di San Fransisco hari Kamis (10 November 2016) lalu, Zuckerberg mengatakan bahwa adalah gila jika ada yang menuduh Facebook bisa mempengaruhi hasil pemilu dengan penyebaran berita palsu. Pernyataan Zuckerberg ini dibuat untuk membantah tudingan banyaknya hoax yang tak dihapus Facebook selama masa kampanye presiden Amerika Serikat. Hoax yang beredar di Facebook tersebut dianggap menjadi penyebab kemenangan Donald Trump.

“Pemilih membuat keputusan berdasar pengalaman hidup mereka sendiri. Kami sudah mempelajarinya, kami perduli pada Pilpres ini, oleh karena itu kami ingin pengguna Facebook mendapatkan beragam informasi.”

Salah seorang karyawan Facebook yang enggan disebut namanya membantah pernyataan Zuckerberg di atas. “Bukan tuduhan gila. Yang gila justru membiarkan penyebaran berita di Facebook saat dia tahu, seluruh kayawan di perusahaan tahu, bahwa berita-berita tersebut palsu.”

Penelitian yang dibuat oleh tim rahasia Facebook tersebut konon akan mengungkap fakta bahwa sebenarnya Facebook bisa membantah atau menghapus berita palsu yang disebarkan tim kampanye Trump yang diposting di Facebook. Namun hal tersebut tidak dilakukan. Yang terjadi justru penghapusan postingan kampanye yang dibuat oleh kubu Clinton.

Hingga berita ini dibuat, pihak manajemen Facebook belum bersedia memberikan komentar. (cho)

Comments

comments