Donald Trump Terpilih Jadi Presiden AS Ke-45

0
185

AMERIKA SERIKAT, patas.id – Donald Trump terpilih menjadi presiden ke-45 dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat. Trump yang didukung oleh Partai Republik menang atas lawan terkuatnya yang didukung Partai Demokrat, Hillary Clinton, serta dua kandidat lainnya, Gary Johnson dari Partai Libertarian Jill Stein dari Partai Hijau.

Dalam pidato kemenangannya, Trump mencoba meraih simpati dengan mengajak warga yang tak memilihnya untuk bersatu padu.

“Aku bersumpah pada semua warga sebangsa dan setanah air bahwa aku akan menjadi presiden semua warga Amerika dan ini sangat penting bagiku. Bagi mereka yang yang tak mendukungku kemarin –yang jumlahnya hanya sedikit– aku mengulurkan tangan meminta bimbingan dan bantuan agar kita bisa mempersatukan bangsa yang besar ini.”

Kemenangan Trump diikuti oleh ucapan selamat dari pesaing terdekatnya, Hillary Clinton, yang dihubungi Piers Morgan dalam acara TV “Good Morning Britain”. Piers menambahkan bahwa Hillary akan mengakhiri karirnya sebagai politisi setelah dua kali kalah dalam pemilihan presiden, yakni kalah oleh Barrack Obama dan sekarang oleh Trump.

Menanggapi ucapan selamat Hillary, Trump mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa Hillary sangat berjasa. Reaksi manis Trump ini sedikit mengejutkan publik karena selama masa kampanye dia selalu menghina Hillary secara verbal, bahkan pernah mengatakan bahwa Hillary harus dimasukkan ke penjara.

Terpilihnya Trump menjadi presiden Amerika mengundang banyak reaksi dari berbagai kalangan, terutama dari mereka yang tidak menyukainya. Dari keempat kandidat presiden, Donald Trump dipandang sebagai yang sangat kontroversial, perkataannya sering dinilai tak pantas bagi seorang calon presiden karena menebarkan kebencian, berbau rasisme, hingga merendahkan perempuan. Cara Donald Trump memandang kaum minoritas sebagai sumber masalah di Amerika Serikat pun membuat banyak kalangan gerah.

Dalam program kerja 100 harinya, dilansir dari Telegraph, Donald Trump akan memberi proteksi yang ketat di Amerika. Dia juga bakal memberlakukan sistem lama, memisahkan pribumi dan pendatang, serta berencana mendeportasi imigran gelap yang memiliki catatan kriminal.

Trump juga berjanji untuk mereformasi pemerintahan dengan melakukan amandemen konstitusi, mengatur batasan masa jabatan anggota kongres, termasuk melarang pejabat kongres menjadi pelobi. Sementara untuk kebijakan luar negeri, Trump tidak menjamin perlindungan ke negara-negara yang masuk dalam NATO. Dia juga mengincar Suriah, dan berencana mengebom negara tersebut. (cho)

Comments

comments