Kurang Dari 24 Jam Pembacok Polisi Dicokok

0
40

CIANJUR, patas.id – Jajaran Polres Cianjur, Senin (17 Agustus 2020), berhasil meringkus anggota geng motor tersangka pembacokan anggota polisi di Tugu Bundaran Lampu Gentur yang terjadi Minggu (16 Agustus 2020) malam. Tersangka yang diketahui berinisial LL alias Bacok itu merupakan residivis yang baru sekitar 2-3 pekan keluar dari penjara.

Kasus pidana tersangka LL sebelumnya juga sama yakni pembacokan terhadap petugas satpam berlokasi di Kecamatan Karangtengah beberapa waktu lalu.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai menjelaskan tersangka berhasil ditangkap di tempat kosannya 7 jam seusai kejadian sekitar pukul 01.00 WIB. Hasil penyidikan sementara, motif di balik pembacokan spontanitas.

“Kalau motifnya, tersangka mengaku hanya ingin membacok karena tidak boleh lewat,” kata Rifai kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Cianjur, Senin (17 Agustus 2020).

Pada Minggu, Polres Cianjur memang melakukan penutupan arus kendaraan ke arah Cipanas-Puncak bersamaan libur panjang. Sekitar pukul 18.00 WIB, muncul segerombolan bermotor melintas ruas Jalan Dr Muwardi yang hendak menuju ke Cipanas-Puncak.

“Saat itu memang sedang puncak-puncaknya macet di perempatan Bundaran Lampu Gentur. Anggota kami sudah melakukan penyekatan terhadap kendaraan yang akan naik ke atas (Cipanas-Puncak). Gerombolan bermotor ini memukul-mukul kendaraan lain yang langsung dihentikan oleh anggota kami. Mereka berlarian. Ada yang diamankan, tapi ada satu orang yang melakukan pembacokan kepada anggota yang melakukan pengamanan,” terang Rifai.

Tersangka menggunakan senjata tajam jenis golok saat melukai anggota Polres Cianjur. Seusai kejadian, polisi mengamankan sebanyak 21 orang anggota geng motor.

Hasil penyidikan serta keterangan saksi dan anggota kepolisian lainnya yang ada di lokasi kejadian, pelaku pembacokan mengarah kepada tersangka LL. Polisi pun bergerak cepat dan mengendus keberadaan tersangka LL. Tersangka LL bersama rekannya ditangkap pada Senin sekitar pukul 01.00 WIB.

“Dari kos-kosan tersangka, kami mengamankan sebilah golok, kemudian ada pakaian (tersangka) yang digunakan pada saat itu, bendera, kaus, dan sepatu,” jelasnya.

Kondisi Briptu Naufal Arief yang jadi korban pembacokan cukup stabil. Ia masih menjalani perawatan medis di RSUD Sayang Cianjur.

“Anggota kami masih bisa diajak bicara. Sekarang masih dalam perawatan,” jelasnya.

Tersangka LL dijerat pasal berlapis. Selain dijerat Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, tersangka juga dijerat UU Darurat Nomor 12/1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (deden abdul aziz)

Comments

comments