Demi Mencukupi Kebutuhan Ekonomi, Perangkat Desa dan Honorer RSUD Nyambi Jualan Narkoba

0
23

CIANJUR, patas.id – Anggota Satuan Narkoba Polres Cianjur meringkus 11 tersangka pengedar dan bandar narkoba. Dua orang di antara mereka merupakan tenaga honorer di RSUD Sayang Cianjur dan perangkat desa di salah satu wilayah di Kabupaten Cianjur.

Wakapolres Cianjur, Kompol Hilman Muslim, mengatakan, pengungkapan kasus narkoba dengan 11 tersangka itu dilakukan sejak awal bulan ini. Dari 11 tersangka, polisi mengamankan barang bukti narkoba sebanyak 66,47 gram sabu-sabu dan 40 butir ekstasi.

“Mereka ditangkap di waktu dan tempat berbeda. Penangkapan 11 tersangka ini dilakukan hampir setengah bulan terakhir. Mereka ada yang berprofesi wiraswasta dan lainnya. Ada juga perangkat desa dan pegawai honorer di salah satu lembaga pemerintahan di Cianjur,” kata Hilman saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Cianjur, Kamis (16 Juli 2020).

Pegawai honorer RSUD Sayang Cianjur yang ditangkap berinisial MH. Ia memiliki sabu-sabu seberat 1,51 gram. Sedangkan perangkat desa yang menjabat bendahara itu berinisial HN dengan barang bukti sebanyak 0,50 gram sabu-sabu.

“Tersangka MH ini mengedarkan sabu-sabunya tidak di lingkungan rumah sakit. Hasil pemeriksaan dan pengakuannya, tersangka MH ini baru sekitar 2 bulan mengedarkan narkoba,” tegas Hilman.

Pun tersangka HN, hingga saat ini polisi masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri jaringan atau bandar besar yang menjadi pemasok. Hasil pemeriksaan sementara, barang haram yang diedarkannya dijual secara acak sesuai pesanan.

“Sampai saat ini belum ada indikasi tersangka HN ini mengedarkan ke perangkat desa lainnya,” tuturnya.

Sedangkan 9 tersangka lainnya masing-masing berinisial S dengan barang bukti sabu-sabu seberat 23,44 gram, R dengan barang bukti sabu-sabu seberat 3,98 gram, AS dengan barang bukti seberat 4,38 gram, AR dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,15 gram, H dengan barang bukti sabu-sabu 2,43 gram, FN dengan barang bukti sabu-sabu seberat 1,11 gram, JP dengan barang bukti sabu-sabu seberat 18,83 gram, DA dengan barang bukti sabu-sabu seberat 3,56 gram, dan JRS dengan barang bukti sabu-sabu seberat 3,39 gram.

“Para tersangka ini merupakan pengedar dan bandar. Ditangkapnya pegawai honorer dan perangkat desa ini merupakan bukti konsistensi dan komitmen kami tidak akan menutupi ataupun melindungi hal-hal seperti itu. Kami tetap laksanakan penindakan,” tegas Hilman.

Para tersangka dikenai Pasal 114 ayat 1 dan 2 Juncto Pasal 112 ayat 1 dan 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal seumur hidup.

Kasatnarkoba Polres Cianjur AKP Ade Hermawan Mulyana, menambahkan, berdasarkan pengakuan, tersangka MH memilih nyambi sebagai pengedar narkoba dengan alasan ekonomi. Di RSUD Sayang Cianjur, MH sudah bekerja sebagai tenaga honorer sekitar 20 tahun.

“Kalau pengakuan tersangka, ia baru dua bulan menjadi pengendar narkoba. Kalau yang perangkat desa itu sudah 6 bulan,” terang Ade.

Sementara tersangka MH mengaku, transaksi narkoba yang diedarkannya dengan cara menempel di titik yang sudah disepakati. Setiap kali pesanan selesai dilaksanakan, ia mendapat imbalan antara Rp 100 ribu-Rp 500 ribu.

“Baru dua bulan mengedarkan karena terdesak kebutuhan ekonomi,” kata MH. (daz)

Comments

comments