Suami-Istri ‘Jual’ Belasan Perempuan Calon TKW

0
66

CIANJUR, patas.id – Pasangan suami-istri Agus Sahlan dan Aenun Saadah diamankan Polres Cianjur atas tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking, Sabtu (16 November 2019). Rencananya pelaku akan memberangkatan belasan korbannya sebagai TKW ke Timur Tengah.Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan, kasus itu terungkap setelah adanya laporan warga terkait adanya aktivitas perdagangan orang dengan modus pemberangkatan TKW secara ilegal di kawasan Cianjur utara.

Setelah melakukan penyelidikan, kata Juang, pihaknya mendapati belasan perempuan yang akan diberangkatkan sebagai TKW ke negara di Timur Tengah. Padahal kawasan Timur Tengah masih dalam moratorium untuk pemberangkatan TKI.”Kemudian kami lakukan penggerebekan ke salah satu vila di Puncak Resort, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet. Kami berhasil mengamankan dua tersangka yang merupakan pasangan suami-Istri serta belasan korbannya,” kata dia kepada wartawan di Mapolres Cianjur, Sabtu (16 November 2019).

 

Menurut Juang, vila tersebut dijadikan penampungan sementara bagi para calon TKW sebelum diberangkatkan. Mereka akan tinggal di sana hingga pengurusan dokumen oleh para pelaku selesai.”Kami juga temukan barang bukti berupa kartu identitas para korban yang informasinya akan digunakan untuk pengurusan dokumen pemberangkatan,” kata dia.Namun, lanjut dia, diduga sejumlah dokumen keberangkatan dipalsukan oleh pelaku.

Bahkan pelaku juga tidak bisa menunjukan dokumen yang berkenaan dengan job desk para calon TKW tersebut.”Untuk dokumen apa saja yang dipalsukan masih kami dalami, karena ke Timur Tengah itu masih moratorium sehingga sejumlah dokumen pasti tidak legal, apalagi untuk bekerja sebagai TKW. Tapi kami masih dalami kaitan dokumennya,” kata dia.

 

Dia menambahkan, para calon TKW yang menjadi korban pelaku tidak hanya berasal dari Cianjur, melainkan juga dari Karawan, Tangerang, Sukabumi, Cirebon dan Bandung.”Para korbannya diberi pinjaman uang mulai dari Rp 3 juta untuk awal keberangkatan,” kata dia.Atas tindakannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 4 dan 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000 dan paling banyak Rp 600.000.000.”Kami masih terus dalami kasus ini untuk melacak perusahaan penyalur atau pemberangkatannya. Sebab mereka saat ini masih mengklaim pemberangkatan secara personal belum mengarah ke perusahaan.

Selain itu kami juga dalami kaitan dokumen keberangkatannya,” kata dia.Semtara itu, salah seorang korban, Kustina (37 tahun) asal Kampung Margasari RT 02/RW 03 Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, menjelaskan, mereka sudah berada di penampungan selama dua pekan. Rencananya mereka akan diberangkatkan ke Timur Tengah pada akhir November 2019.”Kalau saya mau diberangkatkan ke Riyad Arab Saudi, rencananya 21 November ini berangkat,” kata dia.Menurutnya, para calon TKW tersebut sebagian sudah tahu adanya moratorium pemberangkatan TKI ke Timur Tengah, namun kebutuhan ekonomi membuat mereka nekat untuk berangkat.

 

Dia mengaku tidak mengetahui terkait pengurusan dokumen-dokumen keberangkatan. Tetapi Kustina mengungkapkan mereka sudah diperlihatkan dokumen pasport asli untuk bekerja ke Timur Tengah.”Kalau saya tidak tahun, karena yang ngurusnya mereka. Selain dipermudah pengurusan dokumen, sebelum berangkat juga diberi uang fee sebesar Rp 3 juta, ada juga yang lebih, tergantung hasil medical check up,” tuturnya. (daz)

Comments

comments