Polres Cianjur Ciduk 9 Bandar Narkoba

0
76

CIANJUR, patas.id – Satresnarkoba Polres menciduk 9 orang bandar narkoba dengan barang bukti sabu, ganja, dan obat-obatan terlarang. Mereka diciduk di sejumlah tempat di wilayah hukum Cianjur.

Dari sembilan bandar narkoba itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 6,75 gram, daun ganja kering seberat 2,773,97 gram, dan 46 butir obat-obatan terlarang berbagai merek.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, para bandar yang berhasil diciduk itu berdasarkan pengakuan mereka merupakan para pemain baru.

“Kami menangkap para bandar, bukan pengedar. Mau jumlahnya besar maupun kecil, mereka tetap bandar yang mengedarkan narkoba di wilayah hukum Polres Cianjur,” ujar Juang kepada wartawan di Mapolres Cianjur, Selasa (12 November 2019).

Wilayah hukum Cianjur, jelas Juang, menjadi tujuan pasar peredaran narkoba dari sejumlah kota, seperti Sukabumi, Bogor, dan Bandung. “Jalurnya narkoba dari Jakarta masuk Bogor lalu oleh kurir dibawa ke Cianjur melalui jalur tikus. Begitu pula dari Bandung dan Sukabumi, kurir membawanya menggunakan sepeda motor,” kata Juang.

Juang menambahkan, pemberantasan peredaran narkoba harus dimulai dengan memutus mata rantai dari pengedar kecil. Sebab, mereka yang berhubungan langsung dengan pengguna dan menjadi jembatan para bandar besar.

“Kita perangi sejak dari bawah. Bandar-bandar kecil itu. Kita kembangkan menuju jaringan yang lebih besar lagi. Kita perangi semuanya,” tutur Juang.

Untuk membatasi ruang gerak masuknya narkoba dari luar Cianjur, Juang telah menginstruksikan anak buahnya untuk melakukan penyekatan di setiap jalan masuk perbatasan.

“Perbatasan Bogor, Bandung, dan Sukabumi kita sekat. Kita razia setiap malam. Jalan-jalan tikus pun kita jaga agar barang itu tidak bisa masuk,” tegas Juang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kesembilan bandar narkoba yang berhasil diciduk itu dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 111 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Mereka dikenai tahanan karena ancaman hukumannya lama,” tukas Juang. (daz)

Comments

comments