Forum Warga Cisarandi dan Sukamulya Minta Peternakan Ayam Petelur Ditutup

0
37

CIANJUR, patas.id – Warga yang tergabung dalam Forum Desa Cisarandi dan Sukamulya (FDCS) berunjuk rasa ke komplek Pemkab Cianjur, Rabu (23 Oktober 2019). Mereka memprotes keberadaan peternakan ayam petelur PT Indah Tunggal Alami (ITA) yang masih beroperasi. Padahal, Satpol PP Kabupaten Cianjur telah menyegel perusahaan tersebut karena diduga belum melengkapi perizinan.

Aksi berjalan damai. Sebelum beraudiensi di ruang Wakil Bupati Cianjur, massa berorasi mendesak agar perangkat daerah teknis berkompeten bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan. Terlebih, keberadaan peternakan ayam petelur itu menimbulkan dampak terhadap masyarakat sekitar.

“Permasalahannya, perusahaan peternakan ayam tersebut sudah disegel (Satpol PP) tidak boleh beroperasi. Tapi kenyataannya tetap saja beroperasi,” tegas Ketua FDCS, Iman Nurzaman, usai beraudiensi, Rabu (23 Oktober 2019).

Iman menyebutkan keberadaan peternakan ayam petelur tersebut sudah beroperasi sekitar 6 bulan. Selama itu, warga pun merasakan dampak pencemaran.

“Dampak ke masyarakat tentu (ada). Apalagi yang beradius 500 meter, baunya lumayanlah. Pencemaran lingkungan dan hal-hal lain,” ucapnya.

Pada kesempatan audiensi yang dipimpin Asda II Setda Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono, serta dihadiri pejabat dari Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan, dan Dinas Lingkungan Hidup, ada kesepakatan hitam di atas putih. Perwakilan pihak perusahaan ayam petelur yang juga hadir pada audiensi itu menyatakan sepakat tidak akan melakukan aktivitas kurun dua pekan ke depan sambil memproses kelengkapan perizinan.

“Alhamdulillah, hasil audiensi hari ini, ada kesepakatan dari pihak peternakan ayam petelur untuk mengosongkan, tidak ada aktivitas sampai dengan tanggal 6 November. Kurang lebih sekitar dua pekan. Ini tanggung jawab dari pengusaha dan Satpol PP,” tutur Iman.

Iman menaruh harapan besar terhadap perangkat-perangkat daerah teknis di lingkungan Pemkab Cianjur dan pengusaha bisa menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut. Selama dua pekan ke depan, Iman dan warga bakal ikut mengawasi aktivitas pada perusahaan peternakan ayam petelur tersebut.

“Kalau dalam waktu dua pekan ke depan pihak pengusaha peternakan ayam petelur itu tak menunjukan itikad baik, mestinya pemerintah segera menutup. Kalau tidak ditutup, berarti pemerintah membiarkan terjadi hal-hal tidak baik,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur, Afif Darmawan, mengatakan ada kesepakatan dari hasil audiensi antara warga dan pengusaha peternakan ayam petelur yang difasilitasi Pemkab Cianjur. Hasil kesepakatannya, pihak pengusaha selama dua pekan ke depan akan mengosongkan sementara kandang alias tidak akan ada aktivitas sambil mengurusi kelengkapan perizinan.

“Itu sudah sepakat semua, akan ada pengosongan selama dua pekan,” tutur Afif.

Perwakilan PT Indah Tunggal Alami, Rahmat Lemos, mengatakan warga meminta peternakan ayam petelur ditutup total. Namun permintaan itu perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena di kandang terdapat ayam yang masih hidup.

“Tadi kita sudah bikin kesepakatan. Mudah-mudahan dalam waktu dua minggu ke depan kita bisa menyelesaikan izin-izin lainnya,” terang Rahmat.

Seandainya kurun dua pekan ke depan perusahaan bisa menyelesaikan perizinan, ujar Rahmat, maka tidak perlu ada penutupan. Ia menyayangkan warga Desa Cisarandi yang notabene berdekatan dengan peternakan tidak protes.

“Izin sedang kami proses. Mungkin dua tahap lagi selesai. Mudah-mudahan waktu dua pekan cukup untuk memproses. Makanya, kita lihat beberapa hari ke depan seperti apa,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments