Polisi Bekuk 2 Pelaku Pembunuhan Debt Collector

0
44

CIANJUR, patas.id – Dua pelaku pembunuhan terhadap Jaenal Ompungsunggu Aritonang (42 tahun), yang jasadnya ditemukan sebuah di sebuah tebing di wilayah Kecamatan Sukanagra, Kabupaten Cianjur, Kamis (26 September 2019) lalu, berhasil ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, menjelaskan, kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kediaman mereka di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

“Kedua pelaku utama, yaitu Asep Nugraha (50 tahun) alias Ahek warga Komplek Bumi Asri B183 RT 02/RW 05, Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Cimahi, dan Cecep Kardana (42 tahun) alias Maung, warga Kampung Cidahong RT 05/RW 11, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Kedua pelaku ditangkap di rumah mereka oleh Tim Khusus Reskrim Polres Cianjur,” ujar Juang di Mapolres Cianjur, Senin (14 Oktober 2019).

Selain menangkap dua pelaku pembunuhan, Timsus Satreskrim Polres Cianjur juga menciduk lima orang lainnya yang berperan sebagai perantara dan penadah barang bukti hanphone dan sepeda motor milik korban.

“Tak hanya pelaku utama, berdasarkan pengembangan kita juga berhasil menangkap pelaku lainnya yang bertugas sebagai perantara dan penadah barang korban, yaitu Wildan (43 tahun), Sidik Permana (37 tahun), Darmawan (41 tahun), Alex Tairas (43 tahun), dan Yosup (54 tahun), semuanya merupakan warga Kabupaten Bandung Barat,” jelasnya.

Juang mengungkapkan, jajarannya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap ketujuh orang pelaku yang berhasil diamankan di sejumlah lokasi.

“Kita masih terus dalami motif apa yang menyebabkan para pelaku hingga tega menghabisi nyawa korbannya itu. Para pelaku sementara di tahan di sel tahanan Mapolres Cianjur,” jelasnya.

Tak hanya menangkap para pelaku, lanjut Juang, Timsus Satreskrim Polres Cianjur juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga hasil kejahatan, di antaranya satu unit mobil Honda Brio warna abu-abu dengan nomor polisi D 1673 UAL, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih nopol D 4204 UDT, satu unit sepeda motor Honda Supra warna hitam nopol D 5183 ZDJ, satu unit hanphone, dan sebatang balok kayu yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Para pelaku kita jerat dengan pasal

338 KUHPidana, mereka berdasarkan keterangan yang diberikannya telah mengakui segala perbuatannya untuk menghabisi nyawa korban,” tutur Juang.

Yosafat Aritonang (43 tahun), perwakilan keluarga korban, menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Menurut dia, pihak keluarga sudah lelah mencari keberadaan korban selama sebulan lebih.

“Akhirnya kami menemukan jejak dari informasi di media sosial bahwa ada korban pembunuhan ditemukan di Sukanagara. Setelah dicek, ditemukan ciri-ciri korban pembunuhan itu saudara kami,” kata Yosafat.

Sebelumnya, warga di Kampung Sukarajin, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, dihebohkan dengan temuan sesosok mayat yang tinggal tulang-belulang di sebuah tebing, Kamis (26 Oktober 2019). Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas itu diduga korban pembunuhan karena dari hasil otopsi ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. (daz)

Comments

comments