Ngaku Punya Ilmu Spiritual, Seorang Remaja Sodomi Anak-anak di Bawah Umur

0
24

CIANJUR, patas.id – Jajaran polisi dari Polsek Cianjur Kota dibantu Polres Cianjur menciduk seorang terduga pelaku asusila dan sodomi terhadap anak di bawah umur, Kamis (10 Oktober 2019) sekitar pukul 21.00 WIB malam. Pelaku diamankan setelah sebelumnya nyaris jadi bulan-bulanan warga.

Dadan alias Wildan (18 tahun), warga Kampung Cilaku Girang RT 03/12 Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, terduga pelaku asusila dan sodomi itu sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya di amankan petugas kepolisian.

Terduga pelaku sempat menjadi bulan-bulanan massa, setelah mengakui perbuatannya telah melakukan pelecehan terhadap beberapa orang anak di bawah umur di lingkungan tempatnya mengontrak rumah di Gang Perjuangan, Kampung Lemah Duhur, Kelurahan Muka Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.

Dalam menjalankan aksi bejatnya itu, pelaku yang masih berusia remaja juga sempat menyekap dan menganiaya salah seorang korbannya agar tidak menceritakan kejadian bejat itu ke orang lain.

Untuk dapat mengelabui para korbannya, pelaku mengaku memiliki ilmu spiritual dan kebatinan dan mengiming-imingi korbannya dengan diajari ilmu spiritual, salah satunya untuk memikat wanita.

Dede Muhammad (34) warga Kampung Lemah Duhur, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, mengatakan, dalam melakukan aksinya, pelaku juga sering mengiming-imingin korban dengan mengajarkan silat ataupun ilmu spriritual. Selain itu, pelaku juga sering mengajak korbannya untuk berziarah dan memberikan uang saku.

“Pelaku sering mengaku punya ilmu spiritual ke para korbannya. Bilangnya nanti diajari silat dan ilmu lainnya. Bahkan saat mengancam para korban juga tidak hanya akan dipukul tapi dikirim penyakit dengan ilmu spiritualnya,” kata Dede kepada wartawan, Sabtu (12 Oktober 2019).

Dede menjelaskan, pelaku pelecehan seksual terhadap 8 anak di bawah umur di Kampung Lemah Dulur itu merupakan warga luar yang kerap datang untuk mengunjungi temannya yang tinggal di kampung tersebut.

“Kalau aslinya tidak tahu dari mana, katanya asal Warungkondang, sedangkan orangtuanya di Nagrak Kecamatan Cianjur. Datang ke sini kalau ke rumah temannya, tapi memang dikenalnya punya ilmu spiritual,” ujarnya.

Dede menegaskan, warga terutama orangtua korban mendesak pihak kepolisian untuk menghukum pelaku dengan seberat-beratnya. Apalagi beberapa orang korban pelaku mulai menunjukkan gejala psikologis. “Hukum berat pelaku, supaya ada efek jera dan tidak ada korban lagi,” kata Dede.

Dede mengungkapkan, awalnya warga tidak menaruh curiga adanya tindakan bejat dan penyimpangan seksual dari pelaku. Sebab pelaku memang kerap datang ke lingkungan tersebut untuk menemui salah seorang temannya.

Namun, beberapa hari lalu, salah seorang korban akhirnya memberanikan diri untuk bercerita jika dirinya sempat mendapatkan pelecehan seksual oleh pelaku, dengan modus dibawa berziarah dan menginap di tempat kost pelaku. “Selain di tempat kost, pelaku juga melakukan aksi bejatnya di beberapa tempat,” ungkapnya.

Warga pun berusaha untuk menangkap pelaku saat kembali berkunjung ke rumah temannya. Namun pelaku tidak kunjung muncul, pada akhirnya, salah seorang warga berusaha memancing pelaku dengan berpura-pura berkenalan melalui media sosial, dengan modus untuk berobat secara spiritual dan berkomunikasi lebih lanjut.

“Dalam percakapan di media sosial tersebut bilangnya ingin berkonsultasi dan diobati, karena kan pelaku ini diduga juga seorang guru spiritual dan kebatinan,” ujarnya.

Menurutnya, setelah menentukan tempat untuk bertemu tepatnya di Kampung Lemah Duhur, Gang Perjuangan, yang diduga terdapat banyak korban dari pelaku, warga pun bersiap untuk menangkap pelaku.

“Begitu datang pada Kamis malam, langsung warga mengepung rumah yang dijadikan tempat bertemu dan membawa pelaku ke rumah salah seorang tokoh di kampung ini,” tuturnya.

Dia mengatakan, pelaku mengakui perbuatannya dan telah melakukan

pelecehan terhadap 8 anak di Kampung Lemah Duhur. Namun, pelaku menyebutkan belum melakukan hubungan seksual yakni sodomi terhadap para korban di wilayah tersebut.

“Bilangnya baru sebatas memegang kelamin dan mengelus tubuh korbannya. Tapi kami juga dapat informasi jika korban pelaku tidak hanya di kampung ini, tapi juga ada di wilayah lain masih di Kecamatan Cianjur. Kalau di sana informasinya sudah sampai ada yang disodomi,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Budi Nuryanto, mengatakan, pelaku sudah diamankan di Mapolres Cianjur pada Kamis malam. Menurut dia, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut dan memintai keterangan para korban serta pelaku.

“Kami sedang proses pendalaman. Dugaan sementara pelaku melakukan tindak pelecehan seksual. Untuk jumlah korban dan di mana saja pelaku melakukan aksinya kami masih dalami,” pungkas Budi. (daz)

Comments

comments