KTP Warga Asing Masuk DPT Itu Berbahaya

0
48

CIANJUR, patas.id – Suci Mayang Sari, Bendahara Umum Partai Solidaritas Insonesia menganggap Kartu Tanda Penduduk warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 itu berbahaya. Hal tersebut, menurut Mayang, tidak boleh terjadi karena bisa mendiskreditkan penyelenggara Pemilu.

“Hal itu tidak boleh terjadi karena akan membuat rakyat tidak percaya kepada penyelenggara pemilu. Kalau rakyat tidak percaya kepada penyelenggara, akan timbul ketidakpercayaan pada pemilu dan hasil pemilu. Itu berbahaya,” ujar Mayang kepada Tempo di sela-sela acara diskusi dan pemutaran film ‘Sejarah yang tak Diajarkan di Bangku Sekolah’ di Cianjur, Rabu 27 Februari 2019.

Menurut Mayang, kita harus berhati-hati terhadap kasus ini. Sebab, jika tidak, ini akan mengganggu pesta demokrasi yang saat ini sedang berlangsung.

“Kalau hal ini benar terjadi, penyelidikan harus terus dilanjutkan karena khawatir mengganggu demokrasi,” tutur Mayang.

Mayang menambahkan bahwa penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu harus segera melakukan klarifikasi supaya tetap menjaga kepercayaan rakyat terhadap pesta demokrasi ini.

“Pesta demokrasi ini harus tetap berjalan. Dan yang namanya pesta semua harus senang, jangan ada ketegangan. Semua harus bergembira,” tandas Mayang.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, menegaskan bahwa ada unsur hoaks atau tidak dalam kasus KTP warga negara asing, pihaknya sudah berkoordinasi dan melaporkannya kepada Tim Cyber Crime Mabes Polri.

“Saya terus memantau dan memonitor soal KTP warga negara asing ini. Untuk urusan kesamaan NIK dalam DPT, itu ranahnya KPU dan Bawaslu. Yang meluruskan itu KPU dan Bawaslu. Silakan tanyakan kepada mereka,” tutur Soliyah. (daz)

Comments

comments