Bupati Ditahan KPK, Wabup Ambil Alih Kendali Pemerintahan

0
105

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku prihatin atas ditetapkannya Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, sebagai tersangka kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur. Herman menyebutkan, sosok Irvan merupakan guru, sahabat, dan pimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Cianjur.

“Beliau seorang pimpinan yang bijak, berintegritas dan memiliki visi ke depan yang luar biasa,” ujar Herman kepada wartawan di Cianjur, Kamis (13 Desember 2018).

Herman pun menuturkan kejadian Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut di luar kendali lantaran hal yang dilakukan oleh dinas. Herman pun meyakini bahwa Irvan merupakan sosok yang lurus.

“Saya yakin bupati itu orangnya lurus. Semoga semua ini bisa cepat selesai dengsn hasil yang terbaik,” tuturnya.

Terkait aktivitas pemerintahan, Herman menegaskan akan tetap berjalan. Bahkan dirinya sudah menginstruksikan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah untuk tidak terpengaruh dengan adanya kejadian tersebut.

Khusus untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Herman mengatakan masih tetap berjalan seperti biasa, mengingat masih ada pejabat sekretaris dinas. Namun untuk kebijakan teknis dan dokumen yang memang diperlukan persetujuan kepada dinas, akan dikoordinasikan dengan bagian hukum pemkab.

“Untuk pemerintahan sementara ditangani saya untuk hal yang memang bisa dijalankan oleh wakil bupati, sedangkan untuk disdik oleh sekretaris dinas. Tapi dipastikan tidak ada dampak serius untuk roda pemerintahan,” kata dia.

Sementara itu, Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda, mengakui bahwa karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur terkena dampak secara psikologis. Namun, menurut dia, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.

“Dampak secara psikologis pasti ada, tapi kita pastikan pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” tutur Gagan.

Namun, Gagan belum bisa memastikan soal pengisian posisi jabatan bupati dan pejabat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan masalah tersebut,” kata Gagan.

Berdasarkan pantauan di Pendopo Kabupaten Cianjur, apel pagi yang biasanya digelar pukul 06.30 WIB, tampak masih lengang. Para karyawan baru melakukan apel sekitar pukul 07.30 WIB atau molor hampir satu jam.

Apel pagi yang biasanya dipimpin wakil bupati atau sekretaris, kali ini dipimpin Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Budi Rahayu Toyib.

“Pak Wabup ada jadwal rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sukabumi, sedangkan Pak Sekda ada agenda tugas ke Jakarta,” kata Gagan. (daz)

Comments

comments