Divonis Berat, Dua Petani Takokak Mengajukan Banding

0
91

CIANJUR, patas.id – Dua petani asal Desa Simpang Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur, yang divonis 1 tahun 5 bulan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Kamis 23 Agustus 2018, akhirnya melakukan banding. Vonis majelis hakim yang diketuai hakim Lusiana Aping itu lebih ringan dari tuntutan jaksa 2 tahun 6 bulan. Namun, kuasa hukum kedua petani menilai vonis tersebut tidak sesuai dan sangat memberatkan.

Yudi Junadi, kuasa hukum Koko Koswara dan Solihin Abdurahman, menjelaskan, ada beberapa alasan keberatan yang menjadi latar belakang diajukannya banding.

Menurut Yudi, putusan Pengadilan Negeri Cianjur tidak sesuai dengan fakta hukum karena lahan yang digarap terdakwa adalah tanah terlantar.

“Hal ini sesuai dengan Surat Keterangan Kepala Desa Simpang U Suhendi,” ujar Yudi dalam keterangan yang disampaikan kepada patas.id, Selasa (4 September 2018).

Selain itu, kata Yudi, dasar hukum yang digunakan hakim yaitu pasal 107 dan 55 Undang-Undang Perkebunan telah dua kali dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi RI.

“Sehingga penerapan pasal termaksud dalam perkara ini bisa dianggap sebagai kriminalisasi,” imbuh Yudi.

Yudi menambahkan, penjara 1 tahun 5 bulan bagi kedua terdakwa terlalu berat dan tidak berkeadilan.

“Hakim sama sekali tidak mempertimbangkan kondisi sosial dan perasaan keadilan masyarakat Cianjur, khususnya para petani di Kecamatan Takokak yang mayoritas hidup sebagai petani,” tandas Yudi.

Sebelumnya, Koko Koswara dan Solihin Abdurahman, dua petani yang menggarap lahan perkebunan PT Pasirluhur Desa Cisujen Kecamatan Takokak dituding telah melakukan pengrusakan lahan perkebunan teh yang dijadikan lahan garapan pada tahun 2013. Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum Siti Nurhayati menyebutkan bahwa lahan yang digarap kedua petani tersebut berada di lokasi perkebunan PT Pasirluhur. (daz)

Comments

comments