Hendi Tewas Diduga Keracunan Oplosan

0
83

CIANJUR, patas.id – Tiga warga Cipanas diduga keracunan minuman oplosan dan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (11 April 2018). Satu orang di antaranya tewas diduga mengalami komplikasi sesak nafas.

Staf RSUD Cimacan, Indra Gunawan, membenarkan, satu pasien meninggal dunia dan dua lainnya masih mendapatkan perawatan.

“Ada dua di IGD, yang satu sudah meninggal dunia,” kata Indra saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (11 April 2018).

Korban meninggal dunia atas nama Hendi Asikin (43 tahun) warga Kampung Rarahan RT 05/RW 07, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas.

Korban Hendi Asikin sebelum meninggal dunia mengalami sesak nafas dan terlihat mengalami gangguan penglihatan.

Berdasarkan keterangan, pada hari Sabtu (7 April 2018) sekitar pukul 21.00 WIB korban pulang dalam keadaan mabuk, selanjutnya pada hari Rabu (11 April 2018) pukul 06.30 WIB korban dibawa ke Klinik Adakwa Jalan Hanjawar (Klinik Hanjawar).

Kapolsek Pacet Kompol Suhartono saat dikonfirmasi, membenarkan adanya warga Kampung Rarahan yang meninggal dunia. “Akibat sesak napas,” katanya singkat.

Dia mengatakan, untuk meminimalisir dan menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah hukum Polsek Pacet, pihaknya bersama anggota Danramil 04 Pacet dan Pemerintah Kecamatan Pacet mengadakan operasi cipta kondisi dan mendatangi rumah kontrakan yang memproduksi miras oplosan.

“Berdasarkan informasi dari warga bahwa di Kampung Pasir Cina RT 02/RW 04, Desa Cipendawa, ada kontrakan yang memproduksi miras oplosan,” katanya.

Suhartono menambahkan, di rumah kontrakan milik H Endan Setiawan itu, diduga kuat ada praktek produksi miras jenis oplosan. Menurutnya, pada saat tiba di lokasi, penghuni kontrakan yang bernama Handika Wijaya sedang tidak ada di tempat.

“Karena penghuni kontrakan tidak ada di tempat, maka pemilik kontrakan dengan disaksikan oleh Ketua RT dan Ketua RW setempat, langsung membuka paksa pintu kontrakan dan setelah pintu terbuka langsung dilakukan pemeriksaan. Alhasil didapati barang-barang yang diduga kuat bahan untuk meracik miras oplosan,” kata Suhartono.

Suhartono mengatakan, dari hasil pendobrakan tersebut pihaknya mengamankan 120 minuman sachet rasa melon, 100 pil jamu, 1 botol madu, 6 botol bahan tambahan pangan rasa melon, 1 pak kantong plastik warna putih, 1 kantong plastik bekas kantong miras oplosan, dan beberapa butir obat merek parasetamol dan amoxcilin.

“Barang-barang tersebut diduga kuat sebagai bahan meracik miras oplosan yang selanjutnya kami amankan ke Polsek Pacet sebagai barang bukti,” katanya. (daz/*)

Comments

comments