Satpol PP Kirim 7 PSK ke Panti Rehabilitasi Sukabumi

0
154

CIANJUR, patas.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur menggelar Operasi Cipta Kondisi di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Senin (5 Maret 2018) malam.

Operasi dengan menyisir sejumlah kawasan, seperti Jalan Lingkar Timur, Objek Wisata Jangari, Cianjur Kota, dan Cipanas, itu bertujuan untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur Nomor 21/2000 tentang Larangan Pelacuran di wilayah Kota Santri serta Perda Nomor 13/2013 tentang Pengendalian dan Penegakan Penyakit di Masyarakat.

Hasilnya, dalam operasi tersebut jajaran Satpol PP Kabupaten Cianjur berhasil mengamankan sedikitnya 19 perempuan yang diduga merupakan para pekerja seks komersial (PSK) yang biasa beroperasi di wilayah Cianjur.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Akos Koswara melalui Kasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Triono RJ, mengatakan, selain untuk menegakkan Perda, kegiatan itu juga sekaligus menindaklanjuti permohonan dari panti sosial di Sukabumi supaya melakukan Operasi PSK untuk dikirimkan dan dilatih di panti tersebut.

“Kami akan rutin menggelar kegiatan serupa untuk menekan aktivitas prostitusi di wilayah Cianjur. Para perempuan yang terjaring, akan kami kirim ke panti rehabilitasi di Cibadak, Sukabumi,” kata Triono kepada wartawan, Selasa (6 Maret 2018).

Menurutnya, tidak hanya pendataan namun pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur untuk melakukan tes Voluntary Conseling and Testing (VCT) agar meminimalisir penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur.

“Kami masih menunggu hasil tes yang dilakukan pihak Dinkes, untuk menindaklanjuti jika ada yang terjangkit virus tersebut. Namun sebelumnya dari beberapa kegiatan kami sudah mendapatkan hasil ada sedikitnya tiga orang positif HIV,” ungkapnya.

Triono menjelaskan, tujuh orang dari 19 perempuan itu sudah dikirim ke Cibadak Sukabumi untuk mendapat pelatihan agar tidak mengulangi pekerjaan tersebut.

“Kami kirim tujuh perempuan untuk dilatih di panti sosial Sukabumi. Dari ketujuh perempuan itu, tiga orang berasal dari Jangari, dua dari Lingkar Timur, satu dari Cipanas, dan satu lagi dari Palalangon (Cianjang),” katanya.

Triono menambahkan, pihaknya akan terus melakukan Operasi Cipta Kondisi di wilayah Kabupaten Cianjur, demi untuk menekan adanya praktek prostitusi. (wan)

Comments

comments