Diserang Ojek Pangkalan, 7 Pengojek Online Babak-belur

0
197

CIANJUR, patas.id – Ratusan pengemudi ojek pangkalan menyerang tempat berkumpul para pengemudi ojek online di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Rabu (7 Februari 2018). Akibatnya, tujuh orang pengemudi ojek online mengalami luka memar di bagian wajah.

Berdasarkan informasi, kejadian itu berlangsung pada pukul 15.00 WIB ketika para pengemudi ojek online beristirahat di salah satu rumah yang menjadi tempat berkumpul di RT 02/RW 16 Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur.

Namun, tiba-tiba dari arah Jalan KH Abdullah bin Nuh (BLK) datang ratusan pengemudi ojek pangkalan menuju Jalan Pangeran Hidayatullah. Saat melewati tempat berkumpul, para pengemudi ojek pangkalan itupun berhenti dan langsung melakukan penyerangan terhadap pengemudi ojek online tersebut.

“Ada tujuh orang di dalam rumah, termasuk saya. Memang biasanya kalau tidak ada orderan isitrahat di situ. Tapi tadi tiba-tiba ada yang datang langsung nyerang,” ungkap Syahrir (22 tahun), seorang pengemudi ojek online kepada wartawan, Rabu (7 Februari 2018).

Para pengemudi angkutan online itupun mengalami luka memar pada bagian wajah dan tubuhnya lantaran dipukul oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan. Tidak hanya itu, beberapa barang milih para korban juga hilang, seperti telepon pintar dan helm.

“Beberapa teman saya luka memar di bagian wajah, tapi ada juga yang hanya luka ringan. Sekarang sedang dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Selanjutnya kami akan melapor ke polisi,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, bentrokan antara pengemudi ojek online dan pangkalan di Cianjur bukan pertama kali terjadi. Beberapa kali keduanya terlibat percekcokan hingga hampir bentrokan. Bahkan belum lama ini kedua pihak sempat dimusyawarahkan, namun tidak menemui kesepakatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Rachmat Hartono, menuturkan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari solusi permasalahan transportasi roda dua tersebut.

“Besok atau lusa kami akan komunikasi dengan Barkorlantas untuk mencari solusi terbaiknya, supaya tidak ada bentrokan lagi,” ucapnya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Namun, lanjut dia, saat ini belum ada payung hukum terkait transportasi roda dua. Maka dari itu, pihaknya akan memusyawarahkan demi mencari kesepakatan bersama.

“Sebenarnya dari aturannya juga tidak ada penggunaan sepeda motor sebagai angkutan atau transportasi umum. Makanya dalam pembahasan bersama bakorlantas akan dibicarakan. Setelahnya, kami akan panggil pengurus dari kedua pihak,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments