Wow, Lima Gay Pesta Seks di Sebuah Villa di Cianjur

0
329

CIANJUR, patas.id – Polres Cianjur mengamankan lima orang laki-laki yang melakukan pesta seks sesama jenis di salah satu vila di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu (13 Januari 2018) malam. Salah seorang di antaranya, anak di bawah umur yang berstatus pelajar.

Kapolres Cianjur, AKBP Soliyah, mengatakan, penangkapan lima orang tersebut berawal dari adanya komunikasi antara komunitas literatur di Cianjur yang resah dengan maraknya aktivitas penyimpangan seks, terutama gay.

“Berawal dari situ, kami lakukan penyelidikan lebih lanjut dan didapati salah satu aplikasi di sistem operasi android. Aplikasi tersebut menjadi sarana komunikasi antara pelaku penyimpangan seks kaum laki-laki,” kata dia saat gelar perkara di Mapolres Cianjur, Minggu (14 Januari 2018).

Setelah tim cyber mendalami aplikasi tersebut, ternyata didapati beberapa pelaku membuat janji untuk melakukan pesta seks di Cianjur, tepatnya di Villa Green Apple Garden Blok F-66 Jalan Mariwati Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas.

Dari informasi tersebut, Polres Cianjur pun melakukan penggerebekan, dan mendapati lima orang laki-laki tengah melakukan pesta seks. Kelima pelaku adalah Anak Agung Widi Aryase (50 tahun) warga Jalan Yuda No 18 Balonggede Kota Bandung, Aditia Rhamadan (21 tahun) warga Kampung Langensari RT 06/RT 19 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, Dandi Apriandi (17 tahun) warga Jalan KH Sanusi Kampung Tugusari RT 02/RW 18 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, Dedi Supriadi (39 tahun) warga Kampung Rarahan RT 05/RW 04 Desa Cimacan Kecamatan Cipanas, dan Usep (34 tahun) warga Kampung Babakan RT 04/RW 03 Desa Gadog Kecamatan Pacet.

“Saat penggerebekan, didapati lima orang tersebut tidak mengenakan pakaian, salah seorang di antaranya merupakan pelajar. Ditemukan juga beberapa alat kontrasepsi, obat kuat, parfum, miras berjenis anggur merah, pelumas/pelicin, dan beberapa barang lainnya,” kata dia.

Menurut dia para pelaku tersebut dikenakan pasal 36 Undang-Undang Nomor 44/2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda paling besar Rp 5 miliar.

Soliyah menuturkan, pihaknya akan terus mengembangkan temuan tersebut untuk mengantisipasi kejadian serupa di Cianjur. Apalagi, kawasan Cipanas dan sekitarnya kerap menjadi tempat menginap para wisatawan atau warga luar kota.

“Kami akan terus dalami penyimpangan seks ini, termasuk dugaan ada prostitusi seks sesama jenis di dalamnya. Pasalnya ini merusak perilaku generasi muda ke depannya,” ucap dia,

Sementara itu, Agung, salah seorang pelaku, mengaku sudah melakukan hubungan seks sesama jenis sejak masih SMA di Bali. Awalnya dia pun menjadi korban dari teman laki-lakinya. Lama-kelamaan, perilaku seksnya pun juga mengarah ke seks sesama jenis.

Bahkan, meskipunsudah beristri dan memiliki tiga orang anak, dia tetap melakukan seks sesama jenis. “Saya dari SMA sudah seperti ini, karena jadi korban teman waktu dulu di Bali,” kata dia.

Namun untuk pesta seks, dia mengaku baru sekali melakukan, yakni di Cianjur. Sementara sebelumnya, dia mengaku langsung memesan teman kencan untuk berhubungan di tempat yang ditentukan.

“Kalau pesta seks baru sekarang, kebetulan ada urusan di Cianjur, saya hubungi teman pria di sini. Biasanya di Bandung saya pesan atau hubungi teman di sana, hanya berdua, tidak berlima seperti kemarin,” tuturnya. (isl)

Comments

comments