Awas, Ada Pungli Rekrutmen Pegawai di RSUD Cianjur

0
280

CIANJUR, patas.id – Dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur kembali mencuat. Hal itu, karena tak transparannya proses penerimaan pegawai di rumah sakit plat merah itu.

Seperti yang diungkapkan salah seorang calon pegawai berinsial S (24 tahun), yang mengaku harus merogoh kocek sebesar Rp 20 juta untuk dapat menjadi pegawai RSUD Cianjur. Ia mengaku dijanjikan oleh salah seorang pegawai di lingkungan RSUD Cianjur berinisial HK.

“Awalnya dari kenalan orangtua saya, yang menyebutkan ada rekrutmen pegawai di RSUD Cianjur. Tapi harus siap menyediakan uang sebesar Rp 20 juta untuk pelicin agar bisa diterima,” ungkap S kepada wartawan, Selasa (2 Januari 2018).

Ia menuturkan, dirinya dijanjikan dapat masuk bekerja di bagian administrasi di RSUD Cianjur pada bulan Desember lalu. Namun, ucap ia, hingga kini janji itu tak kunjung dipenuhi.

Alih-alih untuk mengusahakan dirinya masuk dan bekerja di RSUD, sambung ia, si oknum pegawai di lingkungan RSUD yang sempat menjanjikan dirinya bekerja itu, justru malah akan mengembalikan uang yang telah diterimanya sebagai pelicin untuk bekerja di fasilitas kesehatan terbesar di Cianjur itu.

“Yang bersangkutan menjanjikan saya dapat bekerja pada bulan Desember lalu, tapi hingga kini janji itu tak dipenuhi juga. Malah, yang bersangkutan akan mengembalikan uang yang sempat saya berikan sebagai administrasi masuk sebagai karyawan di RSUD. Nilainya, sebesar Rp 20 juta, dan saya dijanjikan bekerja di bagian administrasi, saya tidak mau uang saya kembali, tapi janjinya harus dipenuhi,” tuturnya.

Tak hanya S yang harus rela menunggu ketidakpastian untuk dapat bekerja di RSUD Cianjur. Salah seorang pegawai di lingkungan RSUD Cianjur yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 15 juta untuk dapat bekerja di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu.

“Uangnya Rp 15 juta, tapi alhamdulilah saya bisa diterima. Tapi tetap saja, dalam tiga bulan pertama masuk saya tidak menerima gaji penuh, hanya penerima Rp 500 ribu setiap bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia Herawati, melalui Kasubag Tata Usaha, Hukum, dan Humas, Aang Anwar Amin, membantah adanya pungli dalam proses rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Cianjur.

Aang mengakui, hingga kini RSUD Cianjur belum memiliki regulasi atau aturan terkait penerimaan pegawai di lingkungan rumah sakit. “Tidak benar jika terjadi pungli dalam proses rekrutmen pegawai di RSUD ini. Sebab, untuk rekrutmen merupakan hak prerogatif Direktur Utama (Dirut, red). Jika memang terbukti, itu mungkin bagian dari oknum,” jelas Aang.

Aang menuturkan, untuk jumlah pegawai di lingkungan RSUD Cianjur mencapai 1.389 orang, yang terdiri dari pegawai berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 336 pegawai dan Non-PNS sebanyak 1.053 pegawai.

Selain itu Aang menambahkan, untuk keterlambatan pembayaran uang insentif bagi karyawan dikarenakan belum dibayarnya klaim dari pihak BPJS.

“Nilainya memang mencapaian miliaran rupiah, dan itu masih belum dibayarkan kepada kami oleh BPJS sehingga terjadi keterlambatan dalam pembayaran insentif bagi karyawan. Tapi kami tengah megusahakan agar segera dipenuhi hak karyawan tersebut,” ucapnya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengaku kaget dengan adanya informasi pungli dalam proses rekrutmen di lingkungan RSUD Cianjur. Herman menegaskan, jika memang terbukti ada pelanggaran itu, pihaknya akan segera menindak setiap oknum yang terlibat.

“Mereka kan (RSUD, red) sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga segala sesuatunya menjadi kebijakan RSUD termasuk rekrutmen. Tapi jika memang hal tersebut terjadi, ini jelas pelanggaran, dan akan kami tindak,” tegas Herman. (wan)

Comments

comments