Tiga Santri Melompat dari Mobil Gara-gara Ditodong, Satu Tewas Dua Luka Berat

0
221

CIANJUR, patas.id – Seorang santri meninggal dunia dan dua lainnya menjalani penanganan intensif di RSUD Cianjur setelah lompat dari mobil pickup di Jalur Lingkar Timur, Kamis (28 Desember 2017) malam. Aksi nekat itu dilakukan untuk menghindari penodongan dari dua orang laki-laki di mobil yang sama-sama ditumpangi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula ketika tiga korban, yakni RA (14 tahun), ES (16 tahun), dan A (16 tahun) hendak pergi ke salah satu pengajian dan haul ulama di Desa Maleber Kecamatan Karangtengah. Para santri Ponpes Riadus Ropiah di Kampung Nagrog Desa Gasol Kecamatan Cugenang itupun menumpang kendaraan dari Cugenang ke perempatan lingkar timur.

Setibanya di perempatan, mereka turun dan mencari tumpangan lainnya untuk tiba ke tujuan. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka mendapatkan tumpangan sebuah mobil pickup yang sudah ditumpangi dua orang (belum diketahui identitasnya, red).

“Katanya mereka mau ikut ke acara haul salah satu ulama di Maleber, Karangtengah, jadinya memaksakan untuk numpang ke pickup karena tak ada ongkos,” ujar Kepala Desa Gasol, Angga Kartiwa, saat ditemui di RSUD Cianjur, Jumat (29 Desember 2017) dini hari.

Belum lama mereka berada di pickup, dua orang yang sudah lebih dulu menumpang ternyata malah memaksa meminta uang dan menodong mereka dengan senjata tajam. Merasa terkejut dan takut lantaran ditodong senjata tajam, ketiga santri itupun melompat dari pickup yang tengah melaju kencang tersebut.

Ternyata keputusan untuk lompat itu malah membawa petaka bagi ketiganya, lantaran posisi jatuh mereka sangat fatal. Bahkan, sarung yang dipakai A sempat tersangkut ke bagian belakang pickup, sehingga bagian kepala terjatuh terlebih dulu. Akibatnya santri tersebut meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.

Sementara itu, dua santri lainnya yakni RA dan ES menjalani penanganan medis secara intensif di RSUD Cianjur. Bahkan ES hingga Jumat pagi masih kritis lantaran luka parah pada bagian kepala dan leher, sedangkan RA mengalami patah kaki.

“Meninggal dunia seorang, yang satu kritis, dan satu lagi luka berat serta masih syok berat,” ujar Angga.

Babinkamtibmas Desa Sindanglaka, Aiptu Budi, yang pada saat kejadian tengah bertugas di Pos Pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2017 di Karangtengah, mengungkapkan, kejadian tersebut bukan seperti yang beredar di media sosial dimana mendapatkan penodongan dari geng motor. Tapi kejadian itu lantaran ada penodongan dari dua orang yang juga menumpang dengan para santri.

“Tadi petugas sudah olah tempat kejadian juga. Mereka lompat karena ditodong pelaku yang sama-sama menumpang di mobil pickup,” katanya. (isl)

Comments

comments