Ketahuan Memeras, Empat Oknum Wartawan Dicokok Polisi

0
156

CIANJUR, patas.id – Hendrik Pelani (32 tahun), Agus Saepul (28 tahun), Gun Gun Gunawan (25 tahun), dan Herman Abdul Kahfi (30 tahun) diamankan Polsek Karangtengah setelah terbukti melakukan pemerasan. Keempat orang yang mengatasnamakan wartawan itu memeras Dw (46 tahun) senilai Rp 31 juta.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin, mengatakan, kasus pemerasan itu berawal ketika para pelaku melakukan pengintaian atau mengintip di sebuah hotel yang diduga kerap dijadikan tempat berselingkuh. Pada saat itu, ternyata para pelaku mendapati Dw membawa perempuan yang diduga bukan instrinya.

“Jadi para pelaku ini mengintip di sebuah hotel. Mereka pun melihat Dw keluar dari hotel dengan membawa perempuan lain atau diduga selingkuhannya. Mereka juga mengambil beberapa gambar korban dengan perempuan lain,” ujar dia kepada wartawan saat gelar perkara di Markas Polsek Karangtengah, Senin (27 November 2017).

Para pelaku pun lantas membuntuti korban sampai ke rumahnya. Tidak lama setelah itu, mereka mendatangi rumah korban untuk memeras. Sayangnya korban tidak berada di rumah, dan hanya ada istrinya. “Dari situ, korban diberitahu ada yang mencarinya,” kata dia.

Selang beberapa hari, tepatnya pada 7 November 2017, korban menemui para pelaku dan janji bertemu di salah satu tempat di Jalur Lingkar Timur. Dalam percakapannya, pelaku menunjukan foto-foto korban dan meminta sejumlah uang.

“Pelaku meminta Rp 30 juta, tapi saat itu diberi Rp 20 juta. Esoknya, tepatnya di SBPU Ciburial, korban menyerahkan lagi uang sebanyak Rp 11 juta agar foto-foto tersebut tidak diekspose di media para pelaku,” ungkapnya.

Tidak sampai di situ, para pelaku kembali meminta uang sebanyak Rp 5 juta kepada korban. Namun korban merasa keberatan dan langsung melapor ke Polsek Karangtengah.

“Berdasarkan hasil penyelidikan terindikasi ada pemerasan, ada enam pelaku, tapi kami baru menangkap empat, sementara dua lainnya buron,” kata dia.

Dia mengungkapkan, para pelaku mengaku baru sekali melakukannya, tapi disinyalir banyak korban pemerasan mereka. Agus pun masih menyelidiki kebenaran pelaku merupakan wartawan, tapi melihat adanya tanda pengenal (ID Card), menunjukan para pelaku berstatus wartawan dari media Buser.

“Kalau ada lembaga atau pihak yang merasa tercemar atas pengakuan dan tanda pengenal tersangka, kami masih menunggu. Tapi berdasarkan bukti yang ada kami masih pastikan dari salah satu media. Pelaku dikenakan pasal 368 KUHP dengan pidana penjara 9 tahun,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments