Pekerja Celaka, Kontraktor Bisa Dipidanakan

0
244

CIANJUR, patas.id – Seorang pekerja bernama Lugi (26 tahun) harus mendapatkan perawatan karena mengalami kecelakaan kerja di proyek pengerjaan gorong-gorong Jalan Ir H Djuanda, Minggu (19 November 2017). Peristiwa yang menimpa pekerja asal Garut tersebut mendapat tanggapan serius dari LSM Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (Ampuh) Cianjur.

Menurut Deden dari Divisi Pengawasan Jasa Kontruksi dan Kebijakan Publik Ampuh Cianjur, kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi proyek tersebut, terindikasi terjadi karena kelalaian dalam proses kesehatan keselamatan kerja (K3) pekerja proyek tersebut.

“Hal ini terlihat jelas dari kondisi korban dan pekerja lainnya yang tidak dilengkapi alat pelindung keselamatan kerja,” ungkap Deden kepada wartawan, Minggu (19 November 2017).

Deden menyebutkan,  jika hal tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, maka kontraktor proyek bisa saja dipidanakan dan penyidik kepolisian bisa langsung melakukan penyelidikan, dengan melakukan olah TKP serta memeriksa saksi-saksi yang kebetulan ada di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari saksi korban.

Namun, kata Deden, apabila dari proses tersebut didapati adanya unsur kelalaian yang dilakukan oleh kontraktor proyek tersebut, maka penyidik bisa langsung menjadikan tersangja kontraktor proyek tersebut dengan delik melakukan kelalaian yang menyebabkan orang lain celaka.

“Kami juga mempertanyakan kewajiban kontraktor untuk mendaftarkan para pekerja proyeknya ke BPJS Ketenagakerjaan, apakah kewajiban ini sudah dilaksanakan oleh kontraktor, kami tidak pernah melihat tanda bukti pendaftaran itu dipasang di lokasi proyek,” terangnya.

Deden meminta kepolisian dalam hal ini Satreskrim Polres Cianjur wajib segera bergerak untuk melakukan penyelidikan. “Sebab, hal itu juga penting untuk menjawab isu yang berkembang selama ini bahwa proyek tersebut adalah kavlingan oknum aparat penegak hukum,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, saat dimintai tanggapan terkait musibah yang menimpa salah seorang pekerja proyek itu, mengaku prihatin dan sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Bahkan untuk mengatisipasi terjadinya kecelakaan kerja proyek yang lainnya, orang nomor dua di Kabupaten Cianjur itu akan memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Cianjur untuk memantau seluruh poryek yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Kami akan perintahkan agar Kadis PUPR Cianjur segera turun ke lapangan untuk memantau, khususnya terkait keselamatan kerja. Ini untuk mengantisipasi hal serupa kembali terjadi di lokasi proyek lain,” jelas Herman.

Selain itu, Herman menambahkan, keselamatan pekerja proyek merupakan tanggung jawab rekanan, termasuk penyediaan alat keselamatan kerja.

“Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wajib memberitahu kontraktor apabila tidak memenuhi aturan. Apabila ada kejadian yang menimpa pekerja sepenuhnya menjadi tanggung jawab rekanan, untuk meringankan pihak kontraktor maka semua pekerja harus di masukan ke BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya. (wan)

Comments

comments