Depot Jamu Jadi Target Operasi Wabup

0
197

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suheman, menjadikan depot jamu sebagai taret operasi selanjutnya untuk pemberantasan peredaran minuman keras (miras), terutama untuk jenis oplosan.

Menurutnya, yang patut diwaspadai selain miras bermerek adalah miras oplosan. Kadar alkohol yang tidak jelas dan tanpa takaran membuat risiko efek samping pada pengkonsumsinya jadi tinggi. 

“Seperti halnya korban-korban yang meninggal dunia akibat miras oplosan. Memang sangar berisiko. Rata-rata dijual di depot jamu pinggir jalan,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (1 November 2017).

Oleh karena itu, pihaknya bakal mengagendakan pemberantasan miras oplosan. Sebelum diberantas pemerintah, ‎pihaknya mengharapkan para penjual atau depot jamu dengan sendirinya sadar untuk tidak lagi menjual barang haram tersebut.

Di samping itu, warga pun didorong untuk turut membantu penegakan pemberantasan miras di Cianjur. “Selain penindakan pemerintah, peran warga juga penting. Kalau tidak ada yang beli, peredaran miras di Cianjur bakal hilang,” tuturnya.

Herman menambahkan, penggerebekan gudang miras di Kecamatan Karangtengah dengan barang bukti sebanyak 1.500 dus miras berbagai merek, sangat berpengaruh untuk antisipasi peredaran miras di Tatar Santri. 

“Jadi tidak hanya di penjual, di sumbernya pun harus dituntaskan, dengan begitu semuanya teratasi dan tidak ada lagi miras di Cianjur,” ucapnya.

‎Selumnya, sebanyak 1.500 dus berisi bir diamankan Polres Cianjur dari sebuah gudang penyimpanan minuman keras (miras) di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah, Selasa (31 Oktober 2017) siang.

“Sedikitnya 1.500 dus miras jenis bir kami amankan. Kami kenakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2013 tentang Nol Persen Alkohol,” kata Wakapolres Cianjur, Kompol Santiadji Kartasasmita, kepada wartawan, di sela-sela penggerebekan. (isl)

Comments

comments