Sidang Perdana Kasus Saracen Digelar di PN Cianjur

0
210

CIANJUR, patas.id – ‎Sidang perdana kasus ujaran kebencian melalui media sosial dengan terdakwa Sri Rahayu Ningsih ‎digelar di Pengadilan Negeri Cianjur, Senin (16 Oktober 2017). Agenda sidang yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itu pembacaan dakwaan.

Sidang tersebut dijaga sejumlah aparat kepolisian dengan membawa senjata laras panjang. Selama persidangan yang berlangsung sekitar satu jam, Sri pun terlihat mendengarkan dengan seksama dakwaan yang dibacakan.

Begitu selesai sidang, Sri Rahayu pun langsung dibawa ke mobil tahanan. Dia pun tidak berkomentar banyak dan menyerahkan segala pernyataan kepada kuasa hukum.

Kuasa Hukum Sri Rahayu dari LBH Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati‎, mengatakan, pembacaan dakwaan kali ini, Sri dituduh melakukan kejahatan sesuai dalam pasal 45 a ayat 1, junto ayat 2 UU RI nomor 19/2016 tentang perubahan UU11/2008 tentang informasi transaksi elektronik.

Dakwaan kedua, Sri dituntut pasal 16 junto pasal 4b (1) UU RI 40/2008 tentang penghapusan diskriminasi ras atau etnis. “Pada dakwan ketiga pasal 156 KUHP junto pasal 65 ayat 1 KUHP,” kata dia.

Dia mengatakan, semula pihaknya akan melakukan eksepsi, tapi karena terdakwa membenarkan dakwaan, pihaknya tidak melakukan eksepsi. “Jadi nanti di sidang selanjutnya langsung keterangan saksi ahli. Diagendakan 23 Oktober 2017 sidang selanjutnya,” kata dia.

Ditanya terkait kasus ini merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kliennya, Nadia mengaku belum bisa berbicara lebih jauh. Namun dia akan membuktikan dalam persidangan jika Sri tidak bersalah.

Plh Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Dr M Idris F Sihite, ‎menuturkan, dakwaan yang disampaikan jaksa dinilai cermat jelas dan tepat, sehingga langsung pada pokok pemeriksaan pada saksi, tidak melalui eksepsi.

Menurutnya, poin yang dibangun pun berdasarkan fakta yang dirumuskan dalam berkas perkara‎. Darif fakta perbuatan tersebut sudah memenuhi pasal dalam perundang-undangan.

“Pasal yang kami terapkan itu sudah tepat langsung pada perkaranya,” ucap dia.

Dia mengaku sudah menyiapkan lima orang saksi yang bakal didatangkan dalam sidang selanjutnya. Dia pun yakin keterangan para saksi akan memperkuat dakwaan. “Kami upayakan ini sesegera mungkin sesuai KUHP, bisa segera selesai dan efisien,” ucapnya. (isl)

Comments

comments