Hanya Gara-gara Utang, Paman Tega Bunuh Ponakan Sendiri

0
267

CIANJUR, patas.id – Hanya lantaran ditagih utang, Muhammad Al Furkon (21 tahun) tega menghabisi keponakannya, Neng Miranda (18 tahun) dengan memukulkan batang pohon ke bagian belakang kepala dan wajah korban.

Hal itu terungkap setelah adanya laporan ke Polres Cianjur terkait ditemukannya mayat perempuan yang diketahui bernama Neng Miranda di salah satu kebun di Kampung Cibuluh RT 01/RW 02 Desa Margasari Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur, Minggu (8 Oktober 2017).

Dari laporan itu, pihak kepolisian pun melakukan penyelidikan di tempat kejadian dan didapati Neng Miranda diduga menjadi korban pembunuhan oleh Furkon yang tidak lain pamannya sendiri. Hal itu diperkuat dengan keterangan beberapa saksi yang menyatakan bahwa korban sebelumnya terlihat pergi bersama pamannya ke lokasi kejadian.

“Berbekal informasi tersebut, kami langsung melakukan pencarian terhadap orang yang terakhir bersama korban. Dalam kurun waktu 1×24 jam, kami berhasil menangkap Furkon di perumahan Beelka Residence Cianjur,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polres Cianjur, Ipda Iwan saat gelar perkara di Mapolres Cianjur, Senin (9 Oktober 2017).

Menurutnya, dari hasil interogasi, Furkon mengakui telah membunuh Neng Miranda. Pelaku mengungkapkan, dia melakukan tindakan tersebut lantaran merasa sakit hati oleh korban setelah ditagih uang senilai Rp 23 juta yang dipinjam pelaku.

“Pelaku beranggapan dengan membunuh korban, masalahnya akan selesai,” jelas Iwan.

Dari situlah, lanjut Iwan, pelaku mulai merencanakan pembunuhan terhadap keponakannya tersebut dengan mengajaknya ke kebun milik neneknya. Begitu tiba di kebun, pelaku langsung mengambil batang pohon yang kemudian dipukulkan pada bagian belakang kepalanya.

Tidak sampai di situ, pelaku kembali memukulkan kayu tersebut ke wajah korban hingga tak berdaya. Korban tidak lantas meninggal dunia setelah dipukul dengan kayu, kemudian pelaku mencekik korban hingga tewas.

“Setelah dipastikan tidak bernyawa, pelaku menyeret korban 15 meter dari lokasi dan menutup jasadnya dengan rerumputan dan daun pisang,” ucapnya.

Iwan mengatakan, atas tindakannya pelaku dijerat pasal 340 dan pasal 351 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. (isl)

Comments

comments