BPN: Sebaiknya Selesaikan Sengketa Tanah Melalui Mediasi

0
213

CIANJUR, patas.id – Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Cianjur, Lutfi Zakaria, mengungkapkan, hingga September 2017, pihaknya me‎nangani enam perkara sengketa yang dalam proses pengadilan dan empat sengketa yang dimediasi.

Menurutnya, dari enam perkara yang berada di pengadilan, beberapa masih dalam proses dan lainnya sudah keluar putusan pemenang dari lahan sengketa.

“‎Prosesnya cukup panjang, bisa sampai 3 tahun. Jadi yang masih dalam proses, menunggu putusan, itupun kalau tidak banding,” ucap dia kepada wartawan, Selasa (26 September 2017).

Namun, menurutnya, BPN lebih menganjurkan pihak yang bersengketa untuk melalui jalur mediasi. Pasalnya dengan mediasi, akan berujung pada win-win solution, dimana kedua pihak diuntungkan.

“Kalau melalui pengadilan, ada yang kalah dan menang. Biaya pun akan tinggi selama proses persidangan.”

Lutfi mengungkapkan, dari empat kasus sengketa yang melalui jalur mediasi, tiga di antaranya sudah selesai dengan berujung pada kesepakatan, sementara satu kasusnya tidak dilanjutkan lantaran tidak punya alas hak.

“Memang tidak mudah untuk berujung mediasi, bahkan setelah dimediasi ada yang dilanjut ke pengadilan,” kata dia.

Menurut dia, untuk mengantisipasi terjadinya sengketa tersebut, perlu adanya kesadaran pemilik tanah menyertifikasikan lahannya. “Makanya program yang dijalankan terkait sertifikasi tanah itu untuk melindungi pemilik tanah dan menghindari sengketa,” ujar dia. (isl)

Comments

comments