CIANJUR, patas.id – Demi memberangkatkan 61 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia, salah satu perusahaan pemberangkatan TKI memalsukan dokumen dan mencatut nama dua instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Hal itu terungkap setelah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mendapatkan laporan adanya TKI asal Cianjur yang tidak terverifikasi.

Setelah ditelusuri, ternyata dokumen TKI tersebut dipalsukan dengan domisili di Cianjur, demikian papar Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo. Dalam dokumen tersebut dipalsukan identitas kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta rekomendasi dari Disnakertrans Kabupaten Cianjur.

“‎Setelah diperdalam, ternyata ada 61 orang yang dokumennya dipalsukan oleh salah satu perusahaan TKI tersebut. Yang dipalsukan domisili dan rekomendasi dari kami (Disnakertrans).” 

Menurutnya, dokumen tersebut dipastikan paslu lantaran kop surat rekomendasi yang keluar Januari 2017 masih menggunakan ‎nama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Padahal sejak awal tahun sudah diubah menjadi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur.

Selain itu, setelah berkomunikasi dengan Disdukcapil, 61 warga yang diberangkatkan ke negeri Jiran itu tidak ada, sehingga dipastikan bukan warga Cianjur.

“Jadi buktinya sudah jelas, bahwa dokumen itu paslu. Baik yang domisili ataupun rekomendasi dari Disnakertrans.” 

Menurutnya, para TKI tersebut kemungkinan berangkat secara legal, sebab pasport sebagai TKI sudah keluar namun dengan dokumen yang palsu. “Berangkatnya mungkin legal, tapi dokumennya yang tidak benar,” ucapnya.

Heri mengungkapkan bahwa Disnakertrans bakal melaporkan pemalsuan dan pencatutan dua instansi pemerintahan oleh perusahaan pemberangkatan TKI tersebut ke pihak kepolisian.

Dia juga mendorong perusahaan tersebut dibekukan lantaran telah membuat pelanggaran berat dengan pemalsuan dokumen. Cianjur pun bakal kena imbas jika para TKI tersebut berulah di Malaysia.

“Pasti akan dipolisikan, dan didorong perusahaannya segera dibekukan. Kami juga bakal koordinasi dengan Kantor Imigrasi,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments