Hati-hati, Rampok Mengincar Uang Pencairan Dana Desa!

0
293

CIANJUR, patas.id -Rampok yang membawa senjata api berkeliaran di pusat Kota Cianjur dan menjadikan kepala desa sebagai sasarannya. Apalagi dengan adanya bantuan Dana Desa yang dicairkan tanpa adanya pengawalan.

Belum lama ini, kawanan rampok yang menggunakan sepeda motor sempat mengincar uang Rp 168 juta yang tersimpan di mobil sedan Toyota Corolla milik Kepala Desa Sukasari Kecamatan Karangtengah. Saat peristiwa berlangsung, mobil tengah diparkirkan di toko Soneta, samping Taman Joglo, sekitar pukul 12.00 WIB,

Beruntung aksi percobaan perampokan dengan menggunakan dua sepeda motor tersebut berhasil digagalkan oleh pemilik dan pelayan toko.

“Kejadian kemarin, terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, perampok tersebut mengincar uang yang disimpan di mobil kepala Desa Sukasari, H Cecep Anwar Sadad,” ujar Durosid (50 tahun), pemilik toko Soneta saat ditemui di tokonya, Jumat (28 Juli 2018).

Menurut Durosid aksi percobaan perampokan tersebut dibilang sangat nekat karena dilakukan siang hari dan di pusat kota.

“Saya melihat mereka sangat tenang, satu orang di antaranya terlihat memegang senjata api.”

Aksi diketahui saat pelayan toko mendengar bunyi seperti kaca pecah. Setelah dilihat, bagian depan kaca sebelah kiri mobil sudah pecah. Semua yang berada di dalam toko langsung bergegas keluar dan beberapa di antaranya berteriak maling. Warga yang melintas di kawasan tersebut juga sempat dikagetkan dengan aksi tersebut.

“Saat dikejar mereka sudah siap dengan motor dan kabur ke arah Jalan Siliwangi.”

Durosid mengimbau kepada warga masyarakat yang membawa uang banyak agar meminta pengawalan kepada pihak kepolisian. “Jangan setelah kejadian seperti ini baru melapor, beruntung uang dalam mobil bisa diselamatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Cecep menjelaskan bahwa pihaknya baru mengambil uang anggaran Dana Desa tahap dua di BJB sebesar Rp 169 juta. Namun, karena harus membeli ATK, Cecep berhenti dan turun di toko Soneta. Saat Cecep turun, ada dua orang pengendara yang ikut berhenti ditoko itu.

“Dua orang pelaku berhenti bersamaan dengan saat kami turun dari mobil, dan salah seorang pelaku turun dari motor serta menyender di pintu mobil. Kami sempat curiga dengan gerak-gerik pelaku. Kemudian saat pelaku berhasil memecahkan kaca samping depan, kami dibantu pemilik toko dan warga sangsung berteriak sehingga menggagalkan aksi tersebut. Para pelaku dengan santai pergi sambil melambaikan tangan.”

Cecep mengatakan, kejadiannya begitu cepat. Untunglah uang sebesar 168 juta yang disimpan di bawah jok belakang tidak berhasil diambil pelaku. Namun, itu menjadi pelajaran buat dirinya supaya lebih berhati-hati lagi. “Setelah kejadian tersebut, kami langsung membagikan uang tersebut kepada perangkat Desa,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, Beny Irawan, mengimbau agar para Kades untuk selalu waspada dan tidak sembarangan membawa uang.

“Kami hanya mengimbau dalam mengambil anggaran Desa harus berhati-hati, bila perlu dengan pengawalan yang bisa terjamin. Sehingga tidak memancing pelaku kejahatan yang membayangi dalam pengambilan uang peruntukan Dana Desa,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments