Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Cidaun Terungkap

0
376

CIANJUR, patas.id – Terungkap sudah motif pembunuhan satu keluarga di Cidaun. Pelaku pembunuhan yang beriisial WA (23 tahun), mengaku tega membunuh tiga orang anggota keluarga di Desa Cibuluh Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur karena dendam pribadi.

BACA: Sadis! Satu Keluarga Dibunuh di Cidaun!

Kasatreskrim Polres Cianjur Benny Cahyadi mengungkapkan saat gelar perkara, Sabtu (10 Juni 2017), pembantaian yang terjadi pada Kamis (8 Juni 2017) malam itu dilakukan W seorang diri. Berdasar pengakuan pelaku, tidak ada dorongan dari pihak manapun dalam aksi tersebut.

”Pelaku dendam terhadap korban yang diduga menguasai ilmu hitam. Menurut pengakuan pelaku, ia sudah sering disantet oleh keluarga korban sehingga akhirnya memicu pembunuhan itu.”

Benny menjelaskan bahwa tindakan pembunuhan yang dilakukan WA tersebut tergolong sadis ketika menghabisi nyawa para korban yang berinisial U (60 tahun), K (55 tahun), dan A (30 tahun). Bahkan, W tega memutilasi salah seorang korbannya menjadi lebih dari 3 bagian di pinggir Sungai Cilaki dan kemudian membuang potongan tubuhnya ke tempat lain.

”Pelaku bersikeras merasa menjadi korban santet keluarga korban, dia merasakan sakit seperti mengalami santet. Makanya, dia balas dendam dengan aksi brutal.”

Usai melancarkan aksinya, pelaku berusaha melarikan diri, tapi tim gabungan Polsek Cidaun dan Polres Cianjur akhirnya berhasil menangkap W tidak lebih dari 1 x 24 jam. Pascakejadian, tim identifikasi pun segera diturunkan untuk melakukan proses penyelidikan.

”Pelaku merupakan tetangga dekat korban. Mereka masih tinggal di wilayah yang sama.”

Disinggung mengenai kondisi kejiwaan pelaku, Benny menegaskan bahwa pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan apapun. Hal tersebut telah diuji oleh pemeriksaan pihak medis kepolisian maupun umum. “Aksi pembunuhan itu murni didasari oleh dendam pribadi pelaku terhadap keluarga korban,” ucapnya.

Atas tindakan tersebut, WA dijerat pasal berlapis yang hingga kini masih dikembangkan, karena diduga terdapat tindak penganiayaan dalam kasus tersebut. “Sementara ini, pelaku diancam Pasal 340 dan 338 KUHP dengan hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments