Pangkalan Elpiji 3 Kilogram Fiktif Ditemukan di Cikalongkulon

0
326

CIANJUR, patas.id – Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur dan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Pergadangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur menemukan pangkalan yang diduga fiktif serta praktek kecurangan dalam distribusi elpiji 3 kilogram di Cianjur.

Hal itu terungkap dalam inpeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan dan pengecer di Kecamatan Mande dan Cikalongkulon bersama perwakilan dari DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Rabu (7 Juni 2017).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Komisi II, ada beberapa pangkalan yang hanya terdaftar namun nyatanya tidak atau ataupun baru mengajukan tetapi alokasinya sudah berjalan. Tidak hanya itu, pangkalan yang benar-benar adapun diberi kuota tidak sesuai dengan data yang seharusnya.

Bahkan berdasarkan hasil sidak, di salah satu desa di Cikalongkulon, alamat pangkalan yang tertulis di data merupakan bengkel otomotif yang tidak satupun ditemukan elpiji 3 kilogram.

“Kami sudah datangi empat pangkalan di Mande dan tiga pangkalan di Cikalongkulon sebagai sampel. Tapi banyak kejanggalan yang ditemukan, mulai dari kuota tidak sesuai sampai pangkalan yang diduga fiktif,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Gugun Gunawan.

Menurut Gugun, alokasi yang tidak sesuai dengan pangkalan yang tidak ada merupakan akal-akalan dari agen untuk menambah kuota. Dia pun mempertanyakan alokasi yang tidak sampai itu.

“Jadi dikemanakan kuota ke pangkalan fiktif dan yang tidak sesuai. Kami akan tindak lanjuti dalam pembahasan dan sidak selanjutnya. Kami akan tegas, kalau memungkinkan, bakal mendatangkan pihak pertamina juga supaya hak bagi warga tidak dipermainkan.”

Wakil Ketua Bidang Elpiji DPC Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Sulistio Budi, mengatakan bahwa ada sebanyak 611 pangkalan di Cianjur. Sulit untuk memeriksa seluruhnya secara satu per satu sehingga pemeriksaan dilakukan secara acak.

“Pemantauan sudah dilakukan meskipun secara acak. Yang kami telah periksa itu tidak ditemukan masalah, apalagi untuk jadi pangkalan ada persyaratan yang diisi. Ketika dipenuhi, maka bisa dipastikan asli.”

Namun, melihat adanya temuan seperti dalam sidak tersebut, Sulistio mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi serta menindaklanjuti supaya ditemukan pokok masalahnya. Dia pun belum bisa memastikan pangkalan yang diduga fiktif dalam sidak benar-benar fikif atau alamatnya di lokasi berbeda.

“Itu kan baru dugaan, tapi kami tindak lanjuti ke agen dengan meminta data rinci pangkalan sampai RT/RW -nya dan nomor rumah yang jadi pangkalan. Tapi pasti akan ditindaklanjuti, termasuk yang tidak sesuai jumlah pengiriman dengan jumlah kuota di data yang ada.”

Gugun menambahkan bahwa seandainya ditemukan ada agen yang bermain dalam kurangnya kuota dan pangkalan tidak jelas, maka pihaknya tidak bisa langsung menindak namun sebatas melaporkan ke pertamina. “Kalau sanksi bukan kewenangan kami, nanti dilaporkan ke pertamina dan dilihat seperti apa sanksinya,” ucapnya. (isl)

Comments

comments