Pengrusakan 35 Hektar Lahan TNGGP Tak Disebut dalam Sidang Perdana Didin

0
215

CIANJUR, patas.id – Kuasa Hukum Didin bin Idni (48 tahun), Karnaen, mempertanyakan pernyataan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang menyatakan Didin merupakan pelaku, bahkan otak dari kerusakan 35 hektar lahan di kawasan TNGGP beberapa waktu lalu.

Faktanya, dalam persidangan perdana kasus Cacing Sondari, tidak disinggung sedikitpun terkait pengrusakan 35 hektar lahan, namun lebih pada masuknya Didin ke hutan dan mengambil cacing di pohon Kadaka.

“Ini jadi pertanyaan yang semakin besar, mana yang katanya Didin merupakan otak dari pengambilan cacing dan merusak 35 hektar lahan dan bakal dibuktikan dalam fakta persidangan?‎ Semakin terlihat kalau itu tuduhan tanpa bukti.”

‎Menurutnya, pernyataan dari Kemen LHK dan TNGGP terkait kasus pengrusakan 35 hektar merupakan upaya untuk semakin menjatuhkan Didin, padahal tuduhan tersebut tidak dilakukan oleh Didin.

“Sekarang mereka jadi kepanasan sendiri, takut tuduhannya terbukti tidak benar, makanya tidak masuk ke dakwaan. Makanya harus berdasarkan fakta, jangan asal tuduh.”

Karnaen menambahkan, dakwaan dari JPU kepada Didin juga dinilai tidak sesuai, sehingga pihaknya mengajukan eksepsi. “Kami minta berkas BAP-nya melalui hakim, beberapa hal yang kami nilai tidak benar akan dibahas dalam eksepsi,” kata dia.

Sementara itu Ema Siti Huzaemah Ahmad, Jaksa Muda serta Jaksa Fungsional Kejari Cianjur yang juga JPU dalam kasus Didin, menuturkan bahwa pihaknya hanya menyusun surat dakwaan berdasarkan berkas perkara.

“Dakwaan sesuai berkas perkara. Jadi apa yang disampaikan dan didakwaan tidak lebih dari itu. Pokok dakwaan dalam kasus ini hanya 3, sesuai yang dibacakan dalam sidang.”

Sementara itu, pihak TNGGP yang hadir dalam sidang perdana juga enggan berkomentar banyak terkait sidang tersebut. Bahkan ditanya tidak adanya tuduhan dari Kemen LKH dan TNGGP terkait pengrusakan 35 hektar dalam dakwaan, pihak TNGGP juga tak mau menjawab.

“Sudah ikuti sidangnya, kan? Ya itu yang sesuai dengan kasus Didin, seperti yang diungkapkan jaksa. Kalau yang 35 hektar itu saya tidak mau komentar,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Balai Besar TNGGP, Aden Mahyar. (isl)

Comments

comments