Tempat Hiburan Dilarang Beroperasi Selama Ramadhan

0
301

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau dan menegaskan agar tempat hiburan di Cianjur tutup serta tidak melakukan kegiatan selama Ramadan. Tindakan tegas pun bakal dilakukan jika pemilik tempat hiburan tidak mengindahkannya.

‎Imbauan terhadap tempat hiburan itu merupakan salah satu poin dalam Surat Edaran dari Bupati Cianjur nomor 300/2676/Satpol PP dan Damkar tentang Seruan untuk Memelihara Kehidmatan Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriah/2017 Masehi serta p‎enegasan untuk menciptakan situasi aman, tentram, tertib, dan terkendali di Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, mengatakan, bahwa surat edaran tersebut pada dasarnya berisi seruan untuk umat Islam agar melaksanakan ibadah puasa dengan hati yang bersih dan kesucian jiwa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Intinya menerapkan kehidmatan selama puasa, mempertebal rasa kasih sayang dan persaudaraan, serta menyiarkan semangat akhlaqul karimah.”

Namun pada poin D, disebutkan penegasan kepada pemilik, pengelola, dan pelaku usaha khususnya tempat hiburan untuk menutup aktivitasnya selama Ramadan.

Pengelola rumah makan dan minuman pun ditekankan untuk menyesuaikan waktu buka, yakni dua jam sebelum buka atau sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga tidak menngganggu umat Islam yang tengah menjalankan ibadah Puasa dan aktifitas ibadah lainnya.

“Kami selaku aparat pemerintah dan penegak hukum dalam surat edaran tersebut ‎juga ditekankan untuk menindak tegas para pelanggar, mulai dari restoran dan tempat hiburan.”

Tidak hanya pada pemilik tempat hiburan dan restoran, surat edaran itu juga mengimbau umat agama lainnya untuk menghormati umat Islam yang menjalankan puasa untuk memelihara kerukunan dan kehidmatan antar umat beragama.

“Diimbau juga kepada mereka untuk menghindari sikap dan perilaku yang dapat mengganggu kehidmatan serta kekhusyukan umat Islam, juga mempertebal rasa kasih sayang dan persaudaraan.”

Sulaeman menambahkan, pimpinan organisasi politik, ormas, LSM, pemuka agama, dan seluruh warga Cianjur juga didorong unuk berperan aktif menyelenggarakan penyuluhan mental keagamaan.

“‎Kami berharap mereka juga bisa memberdayakan warga agar tidak mudah terpancing isu provokatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam tatanan kehidupan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban serta keresahan di warga Cianjur,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments