Tanpa Pemberitahuan Pada Tim Kuasa Hukum, Didin Dipindahkan

0
263

CIANJUR, patas.id – Didin bin Idni (48 tahun), dipindahkan dari sel tahanan Polres Cianjur ke sel tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, Senin (22 Meri 2017) pagi.

Pemindahan Didin merupakan upaya tindak lanjut pelimpahan berkas perkara yang sudah dianggap lengkap atau P21 dari pihak penyidik Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur.

Mendapatkan informasi adanya pelimpahan berkas, tim kuasa hukum Didin dari Yayasan Surya Kadaka Indonesia (SKI) dan istrinya, Ela Nurhayati (43 tahun) sudah tiba di kantor Kejari Cianjur sejak pukul 09.00 WIB.

“Saya dapat informasi bahwa bapak sudah diberangkatkan ke Kejaksaan, makanya langsung berangkat ke Kejaksaan. Tadinya mau ke Pengadilan Negeri, kan jadwal sidang praperadilan,” ujar Ela saat ditemui di Kejari Cianjur.

Kuasa Hukum Didin, Karnaen, menuturkan, pelimpahan tersebut tidak diinformasikan terhadap pihak kuasa hukum dan keluarga dari Gakkum. Hal itu dinilai menimbulkan tanda tanya, sebab seolah menghindar.

“Jadi ini juga dilihat mereka tidak profesional. Kami ke sini pun inisiatif sendiri dari informasi keluarga Didin.”

Didin ditangkap dan ditahan penyidik PNS Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) di rumahnya, Jumat (23 Maret 2017) malam. Didin ditangkap karena dituding memasuki kawasan konservasi TNGGP untuk mengambil cacing Sonari. Atas perbuatannya itu, pedagang jagung bakar tersebut diancam pidana 10 tahun dan denda Rp5 miliar. (isl)

Comments

comments