Penangguhan Penahanan Bikin Ela Harap-harap Cemas

0
220

CIANJUR, patas.id -‎ Kuasa Hukum Didin, Karnaen, bakal mengajukan penangguhan penahanan sebagai tahanan rumah atau tahanan kota setelah adanya pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur.

“Setelah tadi ada pelimpahan tahap 2, kami dampingi Didin yang sekarang ada di bawah kewenangan kejaksaan. Kami juga melakukan permohonan penangguhan penahanan,” kata dia saat ditemui di Kejari Cianjur, Senin (22 Mei 2017).

Menurutnya, berkas permohonan sedang diajukan dan hasil keputusannya diharapkan bisa segera keluar. Namun Karnaen belum bisa memastikan apakah dikabulkan atau tidak.

“Semoga secepatnya hari ini bisa muncul keputusannya. Kalaupun dikabulkan, belum tahu juga apakah jadi tahanan rumah atau tahanan kota. Kami hanya mengupayakan, mudah-mudahan bisa dikabulkan supaya Didin bisa berkumpul dengan keluarganya setelah hampir dua bulan jadi tahanan titipan di Mapolres Cianjur.”

Karnaen juga mengungkapkan bahwa dari awal penangkapan hingga penyerahan berkas tahap kedua, pihaknya belum pernah melihat barang bukti yang juga sudah diserahkan ke kejaksaan. “Belum (belum melihat, red), tapi katanya sudah diserahkan juga barang bukti cacingnnya‎,” ujarnya.

Sementara Ela Nurhayati (43 tahun), istri Didin, tampak menunggu di ruang depan Kantor Kejari Cianjur. Ekspresinya pun terliha resah dan penuh kesedihan, bahkan tak ada senyum yang tampak dari wajahnya saat diajak berbincang dan bercanda oleh orang-orang yang mendampinginya.

Ela mengharapkan, penangguhan penahanan suaminya yang terancam pidana penjara 10 tahun akibat mengambil cacing itu bisa dikabulkan. “Ya, semoga bisa segera ditangguhkan supaya bisa kumpul dengan keluarga,” harapnya. (isl)

Comments

comments