Istri Didin Surati Jokowi Minta Suaminya Dibebaskan

0
273
??????????????

CIANJUR, patas.id – Ela Nurhayati (43 tahun) memberanikan diri untuk menulis surat curahan hatinya kepada Presiden RI Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Surat itu sekaligus permohonan dia kepada Presiden agar suaminya, Didin (48 tahun), yang terancam 10 tahun penjara hanya karena mengambil cacing, bisa dibebaskan.

Di atas secarik kertas, ibu dua anak itu menuliskan ungkapan hatinya pada orang nomor satu di Indonesia tersebut. Tulisannya mungkin tidak sebagus orang lain, namun isi dalam tulisan itu merupakan kejujuran perasaannya selama ini, yakni sejak awal suaminya ditahan.

“Bismillah, saya memberanikan diri karena sudah 53 hari suami saya ditahan tanpa ada kejelasan kasusnya,” kata dia pada wartawan, Selasa (16 Mei 2017).

BACA: Pengacara Didin: Ini Pengalihan Isu untuk Tutupi Kasus yang Lebih Besar!

BACA: Kuasa Hukum Didin Menuding Penyidik PPNS Jebak Kliennya

BACA: Gara-gara Cari Cacing, Didin Terancam 10 Tahun Penjara

Ela sempat ragu menulis kegelisahan dalam hatinya atas tuduhan pada suaminya, apalagi harus sampai menyurati seorang Presiden‎. Namun mendapat dorongan dari sejumlah pihak termasuk perangkat RT setempat, Ela pun mulai merangkai kalimat di atas kertas putih tersebut.

Dia mendapatkan keteguhan hati untuk menulis surat agar suaminya bisa dibebaskan mengingat anaknya yang kecil terus merengek menanyakan keberadaan bapaknya. Bahkan, selama ini ia mengaku terpaksa membohongi anak bungsunya yang baru berusia 6 tahun itu dengan mengatakan bahwa bapaknya tengah bekerja ke Arab.

“Yang bungsu terus-terusan tanya bapak belum pulang-pulang. Saya khawatir dapat informasi yang sebenarnya dari orang lain. Apalagi sekarang mau bulan puasa. Anak-anak ingin sekali bisa sahur dan berbuka bersama bapaknya.”

Ela mengaku dalam surat yang ditulisnya itu meminta Presiden Jokowi agar membantu membebaskan suaminya. Pasalnya, tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada suaminya oleh pihak TNGGP dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sama sekali tidak benar dan tidak sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

“Saya yakin suami saya tidak bersalah. Suami saya tidak merambah hutan, menebang pohon, merusak lahan apalagi sebagai penadah cacing kalung. Suami saya hanya mencari cacing sonari di tanaman Kadaka, bukan cacing kalung. Mencarinya juga tidak setiap saat, karena ada orang (tentangga) yang pesan saja untuk obat.”

Usai merampungkan tulisan di suratnya, ditemani ketua RT setempat, Ela pun bergegas menuju kantor pos terdekat untuk mengirimkan surat kesedihan dan isi hatinya pada Jokowi. “Mudah-mudahan sampai ke Pak Jokowi dan dbaca langsung,” ucapnya.(isl)

Comments

comments