Pengacara Didin: Ini Pengalihan untuk Tutupi Kasus yang Lebih Besar!

0
310
CIANJUR, patas.id – Karnaen SH, kuasa hukum Didin, warga Cimacan yang terancam pidana 10 tahun akibat mengambil cacing, memprotes pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan TNGGP yang tidak sesuai fakta.
Menteri LHK dan TNGGP menyatakan bahwa Didin merupakan otak dari pengerusakan dan pencarian cacing kalung di kawasan taman nasional. Bahkan Didin dituduh memiliki puluhan anggota dalam bisni penggalian cacing. Pernyataan  tersebut tidak benar adanya.
“Statemen yang diungkapkan Menteri LKH ‎dan TNGGP itu terlalu mengada-ngada, dimana disebutkan Didin ini perusak, perambah, dan pelaku utama dari perusahan 35 hektar di TNGGP.”
Menurut Karnaen, Menteri harus turun ke lapangan dan melihat fakta, jangan terlalu percaya pada laporan bawahannya tentang rusaknya 35 hektar lahan di TNGGP. “Ibu Menteri harus lihat fakta, turun langsung. Periksa lahannya, jangan percaya dengan bawahan sehingga semuanya disudutkan pada Didin,” ujarnya bersemangat.
Karnaen juga mengungkapkan dirinya belum pernah sekalipun berkomunikasi dengan pihak Gakum KemenLHK. “Belum pernah, karena mereka sangat tertutup,” tuturnya seraya menambahkan adanya berita yang sempat diutarakan oleh pihak lain yang menyebutkan bahwa Didin kaya, pengepul cacing, dan mampu menyewa lima pengacara.
“Ini sangat bohong, kami di sini mengadvokasi sebagai rasa kemanusiaan. Silakan lihat sendiri kondisi rumah dan ekonominya. Kalau kaya, buat apa dia masih harus jualan jagung bakal dan kupluk?”
Karnaen menegaskan, ditangkapnya Didin merupakan penjebakan, kriminalisasi, dan pengalihan isu terhadap pengrusakan lebih besar oleh pihak lain yang malah dilimpahkan pada ayah dari dua orang anak tersebut.
“Ini hanya pengalihan untuk menutupi kasus yang lebih besar. Pengerusakan 35 hektar lahan oleh pihak lain, mirisnya malah disangkakan juga kepada Didin.”
Dia juga menduga pengerusakan lahan di TNGGP terjadi lantaran adanya oknum dari PPNS yang bermain. “Lihat saja, yang 35 hektar itu berjalan selama empat tahun, tapi seolah ada pembiaran,” ucapnya.
Menurutnya, hari ini (15 Mei 2017) ada dukungan dari DPR RI terhadap Didin. “Kami sangat mengapresiasi adanya dukungan moril dan kunjungan langsung dari DPR RI terhadap kasus ini,” katanya. (isl)

Comments

comments