Miras Oplosan Telan Korban

0
320

CIANJUR, patas.id – S (35) warga Kecamatan Karangtengah dan R (25) warga Desa Sukamulya Kecamatan Cikalongkulon, tewas usai menenggak minuman keras (miras) oplosan. Selain kedua orang tersebut, beberapa orang dari wilayah berbeda harus dirawat karena menenggak minuman haram tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, peristiwa keracunan miras oplosan terjadi di tiga wilayah berbeda, yakni Ciranjang, Karangtengah, dan Cikalongkulon.

Data dari IGD RSUD Cianjur menyebutkan, pada Rabu (10 Mei 2017) ada tiga orang yang masuk ke IGD lantaran menenggak miras, dua di antaranya miras oplosan dan satu lainya miras bermerek.

Ketiga orang tersebut ialah S (35) warga Kecamatan Karangtengah yang meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB di rumah sakit, AP (23) warga Desa Sukamulya Kecamatan Cikalongkulon yang harus menjalani penanganan serius lantaran kritis, dan A (34) warga Desa/Kecamatan Ciranjang yang terus muntah dari sejak datang pada pukul 18.31 WIB sampai tengah malam setelah menenggak miras bermerek.

Pihak rumah sakit mengaku belum bisa menentukan kandungan dalam miras yang ditenggak para pasien, namun melihat kondisi mereka hingga ada yang meninggal dunia, diperkirakan campurannya mengandung zat berbahaya.

Kepala Desa Sukamulya, Sukarna Gamal, menungkapkan, ada sebanyak delapan orang warganya yang keracunan miras oplosan, tiga di antaranya di bawa ke rumah sakit, dan salah satunya meninggal, sementara lima lainnya ditangani di puskesmas.

“Saya dapat informasi dari salah seorang staf desa yang juga operator ambulans. Pada Selasa (9 Mei 2017), ada beberapa warga yang dibawa ke puskesmas, katanya keracunan, waktu itu belum tahu kalau keracunannya oleh miras oplosan. Baru tahu ketika informasi kedua datang dari staf saya,” katanya saat ditemui di RSUD Cianjur, Rabu (10 Mei 2017) malam.

Menurutnya, sebelum AP (23) ada dua warganya yang terlebih dulu dibawa ke RSUD Cianjur, yakni R (25) yang setelah dirawat tidak tertolong dan meninggal dunia, serta DD (27) yang kini sudah di rawat di salah satu ruang rawat inap di RSUD Cianjur.

“Kalau yang dua dibawa ke RSUD itu Selasa (9 mei 2017) pagi, sementara AP itu baru tadi siang. Lima lainnya sudah normal lagi. Tapi ternyata selain warga saya, ada dua orang dari Ciranjang dan Karangtengah yang kasusnya sama, yang dari Karangtengah katanya meninggal,” kata dia.

Wakil Bupati, Herman Suherman, yang datang ke RSUD Cianjur usai mendapatkan informasi adanya sekitar sepuluh orang dari tiga wilayah berbeda yang keracunan miras oplosan mengaku miris dengan kondisi tersebut.

“Ini harus jadi pembelajaran supaya ke depan tidak ada lagi yang minum miras, apalagi miras oplosan. Efeknya merugikan diri sendiri,” ucapnya.(isl)

Comments

comments