Cianjur Darurat Miras Oplosan

0
259

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, akan segera melakukan sidak dan memberantas minuman keras (miras). Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti adanya korban di empat kecamatan berbeda dalam rentang waktu dua hari akibat mengonsumsi miras oplosan.

“Ini sudah tidak bisa ditolelir. Harus segera diberantas. Bakal jadi tugas besar bagi kami. Sebab kalau dibiarkan, akan banyak lagi korban miras oplosan,” kata dia.

Menurutnya, miras, terutama yang oplosan tidak seharusnya diminum. Campuran tidak jelas dalam miras bakal membahayakan tubuh.

“Jadi bumerang ke sendiri, merugikan diri. Apalagi kemarin kan ada yang sampai harus cuci darah karena organnya rusak setelah keracunan miras oplosan,” kata dia.

Dia mengungkapkan, Cianjur sudah punya kesepakatan anti maksiat, dimana larangan menenggak miras ada di dalamnya. Tidak hanya itu, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 tentang nol persen alkohol juga sudah diterapkan.

“Kami sudah berupaya menyosialisasikan dan menegakkan aturan tersebut. Tapi kembali lagi, harus ada dorongan dari warga agar peredaran miras tidak ada, salah satunya tidak mengonsumsi dan tidak membeli miras, utamanya miras oplosan,” kata dia.

Meski begitu, lanjut Herman, pihaknya akan lebih tegas terkait peredaran miras. Salah satunya dengan menyisir setiap depot jamu yang diduga menjual miras.

“Semua tempat yang menjual miras, akan diperiksa. Kami sita semua, kami juga imbau mereka agar tidak lagi menjual minuman haram tersebut‎,” kata dia.

‎Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Sapturo, mengatakan, semua pihak merasa prihatin, terlebih anggota DPRD. Oleh karenanya, dengan kejadian tersebut seluruh pihak harus mulai giat melarang adanya miras dan mengantisipasi kenakalan remaja lainnya.

“Lingkungan keluarga dan sekolah harus menggiatkan lagi pendidikan budi pekerti. Guru harus dengan seksama memantau perilaku anak didiknya, orangtua juga memberi contoh yang baik dan bimbingan secara emosional kepada anaknya,” kata dia.(isl)

Comments

comments