Uang Pungli 50 Juta Ditemukan dalam Operasi Tangkap Tangan!

0
251

CIANJUR, patas.id – ‎Polres Cianjur dan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan SMK. Dana iuran dan setoran mencapai Rp 50 juta pun diamankan sebagai barang bukti.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, menuturkan, dalam operasi yang dilakukan pada Kamis (4 Mei 2017) sekitar pukul 20.00 WIB itu menangkap empat orang yang kini statusnya sudah tersangka.

“Kami amankan empat orang, yakni JA (guru), N (kepala sekolah), AR (kepala sekolah), dan ES (penjaga sekolah),” ujar dia saat gelar perkara di Mapolres Cianjur, Jumat (5 Mei 2017).

Menurutnya, kasus tersebut sudah terendus sejak lama, namun baru mulai Januari tahun ini pihaknya melakukan pemantauan. Penyelidikan dinilai cukup sulit, lantaran sistem dan cara para tersangka menumpulkan uang dari para kepala sekolah dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Informasi yang kami dapat sangat terbatas, makanya baru terungkap setelah 2 bulan penyelidikan. Mereka melakukan transaksi di atas pukul 20.00-24.00 WIB.”

Setelah bukti penyelidikan cukup kuat, Polres Cianjur dan Tim Saber Pungli langsung melakukan operasi tangkap tangan. “Pada pukul 20.00 WIB kemarin, kami lakukan OTT. Ditemukan ada empat tersangka dengan barang bukti uang tunai sekitar Rp 50 juta dan beberapa barang bukti lainnya,” ucapnya.

Benny menungkapkan, berdasarkan keterangan tersangka, uang tersebut diambil dari setiap Kepala SMK di Cianjur untuk didistribusikan guna operasional Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Menengah Kejuruan.

“Dana ini sumbernya dari sekolah dengan melakukan potongan anggaran sekolah, perhitungannya Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per siswa. Data awal digunakan untuk operasional MKKS, namun ada pengembangan baru yang menyatakan nantinya dana ini untuk penyaluran ke Dinas guna percepatan pencairan bantuan operasional.”

Menurutnya, masih ada tersangka lainnya yang segera akan diungkap, sebab diduga kasus ini sudah jadi jaringan. “Sementara kami amankan empat orang ini untuk dimintai keterangan lebih lanjut, tapi tidak menuutp kemungkinan ada tersangka lainnya. Atas tindakannya, mereka dikenai Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.” (isl)

Comments

comments