Iuran Sudah Berjalan Lama, Tersangka Dana SMK: Baru Kali Ini Dianggap Pungli

1
274

CIANJUR, patas.id – JA (32 tahun) salah seorang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dana SMK, mengaku uang yang ditemukan sebagai barang bukti oleh Tim Saber Pungli dan Polres Cianjur tersebut dikumpulkan untuk kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Menengah Kejuruan selama 2017-2018.

“Dananya dari kepala sekolah untuk kegiatan selama 2017 sampai 2018, seperti O2SN, dan kegiatan lainnya,” ujar JA.

Menurutnya, aktivitas iuran dari setiap sekolah itu sudah terjadi sejak lama, namun baru sekarang dianggap pungli. Dia mengatakan jika hal itu merupakan hal yang lumrah.

“Sebelum saya pun sudah ada iuran ini. Kalau sumber dananya tidak tahu darimana. Saya hanya diamanahkan menampung uangnnya. Baru kali ini dianggap pungli.”

Menurutnya, iuran setiap sekolah berbeda, tergantung pada jumlah siswa di sekolah tersebut. Hitungannya, ungkap dia, per siswa Rp 1.000, jika ada 800 siswa, makana sekolah tersebut menyumbang sebesar Rp 800 ribu.

“Uangnnya darimana saya tidak tahu, kan hanya disuruh mengumpulkan. Nantinya ditampung di bendahara MKKS untuk kegiatan, operasional, dan insentif bagi petugas pengumpul.”

‎Sementara itu, Ketua MKKS SMK Kabupaten Cianjur, Ida Yuniati Surtika, mengaku tidak tahu adanya pengumpulan iuran tersebut, sebab kegiatan tersebut dilakukan tanpa koordinasi.

“Kegiatan iuran itu di luar sepengahuan saya, tidak ada komunikasi juga.”

Menurut Ida, iuran tersebut dilakukan oleh sekolah swasta, mereka pun dinilai memiliki aktivitas dan komunikasi sendiri yang tidak terlaporkan kepadanya. Jikapun ada pengumpulan yang bertujuan bagi MKKS harus dirapatkan dulu dengan semua pengurus.

“Itu (iuran) SMK Swasta, kalau negeri sudah ada pagunya sendiri. Memang harusnya untuk kegiatan MKKS ada rapat, kebutuhan anggaran darimana. Tapi tidak boleh sampai pungli. Kami akan dalami dulu kasusnya seperti apa, nanti dikomunikasikan dulu supaya jelas duduk permasalahannya,” ungkap dia. (isl)

Comments

comments