Hati-hati, Modus Penipuan Baru di Cianjur!

0
352

CIANJUR, patas.id – Pengguna media sosial Facebook harus lebih berhati-hati, sebab kini muncul modus penipuan melalui Facebook dengan menggunakan akun pejabat pemerintahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, terjadi sejumlah penipuan dengan menggunakan akun palsu pejabat pemerintah untuk mendapatkan sejumlah uang.

Salah satunya ialah akun palsu dengan nama Akang Asep, yang mengaku sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman. Foto-foto dalam akunnya yang menggambarkan kegiatan tengah melakukan penanganan bencana pun tampak meyakinkan, seolah-olah akun tersebut memang akun resmi Kepala BPBD Cianjur.

Penguna akun tersebut melakukan aksinya dengan ‎mengirim permintaan pertemanan kepada korban yang diperkirakan dekat dengan pejabat yang akunnya dipalsukan. Setelah dikonfirmasi, pelaku kemudian mengirim pesan berisikan permintaan tolong untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening pelaku lantaran ada sanak saudaranya yang sedang sakit.

Tidak hanya akun palsu mengatasnamakan Asep Suparman, ada beberapa akun palsu lainnya yang mengaku-aku sebagai pejabat pemerintahan dan meminta uan kepada targetnya.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengaku baru tahun keberadaan akun yang palsu meminta uang dengan mengatasnamakan dirinya setelah banyaknya telepon masuk ke ponselnya. Mereka menanyakan kondisi keponakannya dan mencari tahu kebenaran uang yang dimintanya.

“Saya juga kaget banyak yang nanya seperti bagaimana kondisi keponakan, dan butuh uang berapa. Saya kan tidak tahu, kemudian dijelaskan sama yang nelepon. Ketika akun Facebook saya dicek, ternyata sudah diblokir karena ada dua akun yang sama.”

Asep mengatakan dirinya bakal segera melaporkan penipuan yang mengatasnamakan didirinya tersebut ke pihak kepolisian, supaya pelakunya bisa dilacak dan ditangkap.

“Saya juga minta kepada teman-teman agar tidak mudah percaya dengan pesan dari akun yang mengatasnamakan saya‎. Sekarang akun tersebut sudah diblokir, diharapkan tidak ada yang tertipu,” ucapnya. (isl)

Comments

comments