Bermodal Mobil Sewaan, Buruh Sayur ‘Garap’ Siswi SMP

0
289

CIANJUR, patas.id – Bermodalkan mobil sewaan, MS (22 tahun) membawa kabur Bunga (bukan nama sebenarnya) selama beberapa hari. Bersama temannya R (23 tahun), MS pun menyetubuhi gadis 14 tahun tersebut.

Kapolsek Pacet, AKP Rusdi Hayat, mengatakan, kejadian itu bermula saat Bunga didekati oleh MS yang mengendarai mobil saat pulang sekolah. Dari situ, MS dan korban mulai berkenalan hingga akhirnya pacaran.

Selama lima belas hari, laki-laki yang sudah memiliki istri itupun menjalin kasih dengan Bunga hingga akhirnya mengajak korban jalan-jalan dengan mobil yang disewanya.

Korban diajak berkeliling mengendarai mobil yang disewa pelaku dari upahnya menjadi buruh sayuran ke beberapa tempat di wilayah Cipanas. Setelah puas jalan-jalan, korban pun diajak ke sebuah vila di Cipanas dan selanjutnya disetubuhi oleh pelaku.

Hal itu dilakukan selama empat hari berturut-turut, hingga akhirnya korban juga disetubuhi oleh pelaku bersama seorang temannya R di sebuah vila di wilayah Gadog. Korban yang dalam kondisi setengah sadar setelah sebelumnya dipaksa menenggak minuman keras disetubuhi bergiliran oleh pelaku dan temannya tersebut.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan dari orangtua Bunga bahwa anaknya hilang selama empat hari tanpa kabar, langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mendapatkan informasi jika korban sedang bersama pelaku di sebuah vila dan menjadi target perbuatan asusila dari kedua pelaku.

“Begitu kami dapatkan informasi dan mengetahui lokasi korban, segera dilakukan penangkapan. Beberapa bukti berupa pakaian dan handphone juga kami amankan,” ujarnya.

Menurutnya, setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya, bahkan tidak hanya sekali, aksi itu dilakukannya di beberapa lokasi selama empat hari tersebut.

“Jadi pelaku memikat korban dengan berpura-pura seorang pengusaha dan mengendari mobil. Selain itu, pelaku menjanjikan bakal menikahi korban sehingga korban menuruti. Di samping itu, sebelum disetubuhi, korban juga dipaksa menenggak minuman keras sehingga pelaku dan temannya bisa leluasa menyetubuhi korban,” katanya.

Atas tindakannya, kedua pelaku dijerat pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-undang nomor 35/2014 tentang perlindungan anak. “MS dan R terancam hukuman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tutupnya.(isl)

Comments

comments