Puluhan Anak Berurusan dengan Hukum

0
312

CIANJUR, patas.id – Pengadilan Negeri kelas IIb Cianjur mencatat ada sebanyak 23 perkara yang masuk dan disidangkan berkaitan dengan anak sebagai pelaku selama 2016 hingga triwulan pertama 2017. Mayoritas melakukan tindak pidana asusila dan pencurian.

Berdasarkan data yang diperoleh dari PN Cianjur, selama kurun waktu 2016 ada 21 perkara dengan anak sebagai pelaku. Sebanyak 10 perkara merupakan tindak asusila (persetubuhan, pelecehan, dan lainnya), tindak pidana pencurian mencapai 7 perkara, pembunuhan 1 perkara, narkotika 2 perkaran, dan penganiayaan sebanyak 1 perkara.

Di tahun ini, selama kurun waktu tiga bulan pertama, hanya ada dua perkara yang masuk dan disidangkan. Keduanya merupakan tindak pidana pencurian yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cianjur, Rudi Suparmono SH MH, mengatakan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, pelaku anak diproses sesuai proses hukum yang berlaku namun dengan berbagai ketentuan.

“Saat proses peradilan, ada beberapa ketentuan, di antaranya dilakukan secara tertutup, diberikan hak asasinya, didampingi penasehat hukum, dan ketentuan lainnya yang tertuang dalam undang-undang tersebut,” kata dia.

Menurutnya, dalam proses persidangan akan dilakukan pembuktian apakah pelaku anak tersebut sepenuhnya bersalah atau hanya terbawa oleh pelaku lainnya yang sudah dewasa.

“Yang menetapkan status tersangka kan polisi dan status terdakwa itu kejaksaan, kami di sini hanya menyidangkan, mengadili, dan salah benarnya dibuktikan di persidangan. Jika bukti-bukti menunjukan pelaku anak tersebut tak sepenuhnya salah ataupun sebatas dilibatkan tanpa mengetahui tujuan utama tindak pidana maka bisa saja dibebaskan dari tuntutan. Tapi itu butuh proses dan dibuktikannya di persidangan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Subseksi Registrasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IIB Cianjur, Fani Andika, menyebutkan, saat ini ada satu anak yang dibina di Lapas Cianjur dengan kasus pencurian dan masa pidana 10 bulan. Mayoritas tahanan anak pun dipindahkan ke LPKA Bandung untuk dibina di sana.

“Warga binaan kategori anak di Lapas Cianjur sekarang sudah tinggal satu, sebab sekarang kalau anak warga binaan anak langsung dipindahkan di LPKA Bandung,” kata dia.

Menurutnya, setiap tahunnya rata-rata Lapas Cianjur menerima 10 tahanan anak yang dititipkan lantaran sedang menjalani proses peradilan. Namun hingga April ini baru 1 anak yang dititipkan.

“Jumlahnya tidak banyak, ketika sudah divonis pun langsung dipindah ke LPKA Bandung. Jadi sekarang kami hanya membina narapidana dewasa dengan jumlah lebih kurang 700 orang,” pungkasnya.(isl)

Comments

comments