Kronologi Pencurian 36 Unit Komputer di SMAN 1 Mande

0
343

CIANJUR, patas.id – Kepala SMAN 1 Mande, Toto Suharya, mengatakan bahwa para pencuri yang membobol kompu‎ter di sekolahnya diduga sudah profesional. Mereka pun diperkirakan beraksi melalui jalan belakang yang tidak berbenteng.

Dia menjelaskan, aksi pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB, dimana situasi tengah ‎sepi. Meskipun sebenarnya di sekolah tersebut ada sejumlah guru yang berjaga atau piket di ruangan depan dekat pintu masuk.

Para pencuri yang diperkirakan lebih dari 8 orang itu masuk dari bagian belakang sekolah yang tidak dibenteng dan langsung ke perkebunan. Dari sana, para pelaku masuk dan langsung menuju ke ruang komputer.

Namun sebelum beraksi, pelaku sempat mencabut CCTV yang mengarah ke ruang komputer sehingga aksi mereka tidak diketahui secara jelas.

“Ada CCTV yang aktif, tapi tidak jelas. Hanya terlihat bayangannya sekilas masuk dari arah belakang.”

Setelah mematikan CCTV, pelaku langsung masuk dan menjebol teralis besi yang menutupi ruangan komputer. Diperkirakan ada lima orang pelaku yang merusak teralis, sebab untuk masuk dan mengambil komputer server yang tersisa, pihak sekolah harus melibatkan empat orang guru.

“Mereka sepertinya sudah terbiasa, sebab rapi tanpa merusak bagian lainnya. Mencuri lebih dari lima orang di ruangan dan dengan cepat mengambil komputer sehingga tidak ketahuan oleh dua orang yang piket.”

Setelah mengambil 36 unit komputer yang bakal digunakan 116 siswa SMAN 1 Mandeuntuk ujian, para pelaku langsung melarikan diri melalui jalan awal mereka masuk. “Selain komputer, ada dua unit proyektor juga yang dibawa. Tapi server tidak dibawa, jadi kami masih bisa melaksanakan UN di SMKN 1 Karangtengah,” papar Toto.

Menurutnya, berdasarkan keterangan para warga, ada kendaraan yang bolak-balik di area sekolah. Dia juga menduga, pelaku telah mengincar sejak lama dan mengawasi lingkungan. “Mereka sudah lihat kondisi, soalnya tahu dimana titik CCTV dan ruang komputer. Kalau urusan ada keterlibatan orang dalam saya tidak tahu,” jelasnya.

Selain SMAN 1 Mande, Kantor Balai Pertanian juga menjadi sasaran para pelaku. Namun hanya satu unit komputer dan televisi yang dibawa dari kantor tersebut.

BACA: Jelang UNBK, 36 Unit Komputer Dicuri dari SMAN 1 Mande

BACA: Alhamdulillah, Akhirnya Siswa SMAN 1 Mande Bisa Ikut UNBK

Sampai pukul 11.00 WIB, terpantau kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk segera mencari para pelaku tersebut. Sejumlah siswa yang melaksanakan ujian di sesi ketiga, tampak ikut menyaksikan olah TKP.

Kapolsek Mande, Ahmad Suprijatna, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan pelaku merupakan komplotan atau jaringan mana serta berjumlah berapa orang. Ahmad menuturkan, masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari sejumlah orang, termasuk petugas yang piket.

“Masih dalam penyelidikan, kami akan upayakan segera terungkap. Kami harap sekolah lain waspada agar tidak ada kejadian serupa,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments