Kepala BNNK: Jalur Laut Cianjur Selatan Rawan Jadi Perlintasan Narkoba

0
270

CIANJUR, patas.id – ‎Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bakal meningkatkan pengawasan di wilayah laut selatan di kawasan Cianjur. Jalur laut dinilai paling rawan dijadikan perlintasan masuknya narkoba.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan bahwa peredaran narkoba melalui jalur darat dan udara kini sudah mulai menurun intensitasnya karena sering terjaring razia dan terdeteksi saat berada di bandara.

“Makanya sekarang jalur laut yang paling rawan. Harus ada peningkatan pengawasan. Kalau darat dan udara sudah sulit, banyak razia kendaraan dan peningkatan pengawasan di bandara,” ucapnya saat ditemui di RSUD Pagelaran, Selasa (4 April 2017).

Menurutnya, peredaran narkoba dari laut sempat terungkap beberapa tahun lalu. “Makanya perlu diantisipasi karena sempat terungkap, sekitar 2015 lalu. Dikirimnya ke Cianjur dan Sukabumi,” katanya.

Penyebaran lewat laut membuat wilayah Cianjur selatan menjadi rawan penyalahguna narkoba, tambah Hendrik. Oleh karena itu, sosialisasi, advokasi, dan penindakan bagi para bandar perlu lebih ditingkatkan. Jika tidak, akan banyak warga selatan yang menjadi penyalahguna.

“Selatan sekarang jadi target penyebaran. Apalagi dengan pengiriman melalui jalur laut. Beberapa kali kami rehab warga selatan dan menangkap sejumlah bandar dari sana. Makanya memang perlu ada peningkatan pencegahan.”

Di sisi lain, menurutnya, tidak hanya orang dewasa dan remaja yang menjadi penyalahguna narkoba, pelajar pun kini mulai banyak yang menjadi penyalahguna. Namun mayoritas pelajar pengkonsumsi obat dengan dosis tinggi.

“Kalau pelajar itu biasanya obat-obatan terlarang, seperti alfazolam, selebihnya sampai obat batuk warung juga jadi sarana mereka merasakan sensasi seperti mengkonsumsi narkoba. Ini yang perlu diwaspadai dan disosialisasikan kepada siswa agar tak rusak oleh narkoba,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments