P2TP2A Cianjur: Anak-anak Rentan Jadi Korban Kriminalitas

0
334

CIANJUR, patas.id – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mengatakan perlu adanya antisipasi dan langkah penelusuran terkait isu penculikan anak, terlebih kasus penculikan anak di Cianjur menjadikan para korbannya sebagai anak jalanan (Anjal).

Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Perkara P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, mengatakan isu penculikan yang menyebar memang belum bisa dibuktikan kebenarannya, namun tetap harus diantisipasi mengingat anak-anak rentan menjadi korban kriminalitas.

“Yang kami soroti ialah target pada anak. Meskipun aparat selalu menganggap ini adalah isu hoax, tetap harus diantisipasi. Supaya, nantinya tidak benar-benar terjadi,” ujar Lidya. Menurutnya, anak yang menjadi korban penculikan memungkinkan menjadi korban penjualan organ, eksploitasi seks, hingga eksploitasi tenaga menjadi anak jalanan.

“Ini yang kami khawatirkan, pasca penculikan, akan bagaimana anak ini? Kebanyakan memang dijadikan anak jalanan, dieksploitasi tenaganya. Tapi apapun tujuannya, tindakan pada anak sangat tidak dibenarkan. Perempuan dan anak harus dilindungi.”

Oleh karena itu, lanjut dia, P2TP2A Kabupaten Cianjur mendorong seluruh pihak melakukan pendataan secara benar, tidak hanya mendata nama, namun latar belakang anak jalanan yang ada di Kota Santri.

“Ini juga jadi langkah pengungkapan kasus anak jalanan yang awalnya korban penculikan. Baik itu Dinas ataupun polisi harus bekerjasama . Meskipun kebanyakan anjal ini alasannya membantu orangtua, tapi dimungkinkan ada saja anak yang merupakan korban penculikan dan dieksploitasi tenaganya. Bersama-sama kami akan cari data yang akurat.”

Sementara itu Kabagops Polres Cianjur, Kompol Hilman, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemkab Cianjur sudah sering melakukan pendataan anak jalanan, namun dengan maraknya isu penculikan, Polres juga akan melakukan pendataan ulang. Apalagi dalam kasus penculikan yang berhasil digagalkan belum lama ini, korban akan dijadikan anjal.

“Memang belum ditemukan ada anjal di lapangan yang merupakan korban penculikan. Tapi akan kami coba koordinasi lagi dan mengungkap apakah ada jaringannya. Tapi kami juga imbau warga agar tidak termakan isu hoax penculikan anak, meskipun pada dasarnya warga harus antisipasi dengan setiap tindak kriminal,” tuturnya. (isl)

Comments

comments