Fobia Culik, Warga Asal Teriak dan Tangkap Tanpa Bukti

0
410

CIANJUR, patas,id – Isu terkait maraknya penculikan anak meresahkan warga. Bahkan setiap ada orang dari luar yang mencurigakan, ‎warga tak segan untuk menangkap sampai meneriaki penculik mekipun kesalahannya belum terbukti.

Salah satunya yang terjadi di Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah. Warga meneriaki pasangan suami istri yang mencurigakan. Khawatir merupakan pelaku penculikan, warga mendatangi ‎keduanya. Karena menjauh, warga pun meneriaki penculik.

“Didatangi warga, tapi malah menjauh. Langsung diteriaki culik, kemudian lari. Warga khawatir, apalagi gerak-geriknya mencurigakan. Kejadiannya tadi malam (Kamis, red),” ucap Putri Jayanti (25 tahun) warga Desa Sukamanah.

Menurutnya, warga sudah resah oleh isu pelaku penculikan, baik yang menyebar melalui obrolan ataupun di media sosial. Apalagi, beberapa hari terakhir, di sekitar Desa tersebut dikabarkan ada empat orang anak yang diculik. ‎”Katanya di daerah Kadangsapi ada 2 anak diculik, di kampung Tugu juga ada 2 yang diculik. Makanya warga di Sukamanah resah.”

‎Menurutnya, reaksi warga muncul karena banyaknya isu penculikan. Meskipun belum diketahui kepastiannya, isu tersebut membuat warga mudah terpancing.

“Kemarin juga sempat diberi tahu, ajak ngobrol dulu. Siapa tahu mereka warga yang tersesat atau kehabisan ongkos. Tapi karena berita yang beredar sudah kuat, jadinya warga reaktif.”

Tidak hanya di Sukamanah, di Cidaun dan Sindangbarang pun sempat terjadi penangkapan beberapa orang yang diduga pelaku penculikan. Namun mereka yang ditangkap kembali dibebaskan karena tidak terbukti dan ada yang memang mengalami gangguan jiwa.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman melalui Kabagops, Kompol Hilman, mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan langkah antisipasi untuk setiap tindak kriminal. Menurutnya, isu yang beredar jika marak penculikan untuk penjualan organ, termasuk di Cianjur. Menurutnya, kejadian ini hanya kebetulan muncul saat isu hoax itu beredar.

“Kalau marak pasti sudah ada beberapa laporan, ini kan baru satu. Jadi tidak benar ada isu penculikan, itu hoax.”

Meski begitu, lanjut dia, warga harus tetap berhati-hati. Aksi kriminalitas terjadi ketika ada kesempatan, bukan karena ada niatan.”Ketika ada kesempatan dimana orangtuanya membiarkan anak bermain tanpa pengawasan, maka pelaku bisa melakukan aksi kriminalitas seperti penculikan. Makanya harus berhati-hati dan lindungi anak-anak, jangan dibiarkan keluyuran apalagi di bawah umur,” ucapnya.(isl)

Comments

comments