Ini Kronologi Aksi Sepasang Penculik Asal Cidaun

0
328

CIANJUR, patas.id – Pasangan suami istri asal Kecamatan Cidaun ditangkap lantaran menculik tiga anak, Senin (13 Maret 2017) petang. Diduga ketiga anak tersebut akan dibawa ke luar kota untuk dipekerjakan sebagai anak jalanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, kedua pelaku berinisial WW (30 tahun) dan H (45 tahun). Keduanya merupakan pasangan suami istri yang tinggal di Desa Sukapura Kecamatan Cidaun, yakni kampung di H (Suami).

“Istrinya asli orang Garut, sementara suaminya orang Cidaun,” ujar Dhea Mulayana (45 tahun), salah seorang warga‎ yang ikut mengamankan pelaku saat dihubungi melalui telepon seluler. Menurut Dhea, penculikan itu bermula ketika tiga bersaudara D (10 tahun), DD (6 tahun), serta HE (5 tahun) yang tinggal di Desa Kertajadi Kecamatan Cidaun sedang bermain bersama, Minggu (12 Maret 2017). Tiba-tiba kedua pelaku menghampiri korban dan mengajak ketiga korban bermain ke pantai.

‎Setelah diajak ke pantai, ketiga korban kemudian dibawa ke rumah pelaku menyusuri muara. Sebelum tiba ke rumah pelaku, korban sempat diajak istirahat ke salah satu saung.

“Korban sempat menginap di rumah pelaku, dikasih makan selama di sana. Tapi makanan yang diberikan juga hasil mencuri, seperti dari berasnya dan lauk daging ayamnya.”

Sementara itu mengetahui ketiga anak menghilang sejak Minggu pagi, orangtua ketiga korban langsung melapor dan membagikan selebaran yang berisikan foto korban dan nama-namanya.

Senin (13 Maret 2017) siang, lanjut Dhea, korban dibawa ke Cianjur menaiki mobil elf. Namun saat di terminal bus, sopir melihat anak-anak yang naik sama dengan foto anak hilang yang disebar, sehingga langsung mengamankan anak-anak tersebut dan menangkap pelaku.

“Warga langsung mengamankan dan membawa pelaku ke Polsek Cidaun. Kabarnya sudah dibawa ke Polres Cianjur sekarang. Korban dikembalikan ke keluarganya.”

Menurutnya, kejadian penculikan tersebut baru yang pertama terjadi. Diduga para pelaku akan menjadikan korban sebagai anak jalanan. “Dilihat dari pelakunya mungkin jadi anak jalanan. Tapi pastinya belum tahu, tadi tidak sempat bicara pelakunya. Warga juga langsung bawa ke polisi supaya tidak jadi sasaran amuk warga,” kata dia.

Dhea menambahkan, dengan munculnya kejadian tersebut, warga harus lebih berhati-hati dan menjaga anaknya. “Paling penting itu memantau anak setelah sekolah. Apalagi saat main. Orangtua wajib mengawasi anaknya yang di bawah umur,” ucap dia.

Hingga berita ini ditulis, Kasatreskrim Polres Cianjur belum bisa dihubungi untuk diminta konfirmasi. (isl)

Comments

comments